Rahasia Ibu

Eko Hartono
Chapter #11

Bab 10: Kawan Lama

Arya mengendarai sepeda motor pulang ke rumah ibunya. Di tengah jalan, tiba-tiba ada yang memanggil namanya.

“Aryaaa.... !”

Arya berhenti dan menoleh. Di pinggir jalan, tepatnya di depan sebuah gardu pos ronda, seorang laki-laki muda berdiri dengan wajah berhias senyum. Tangannya melambai memberi isyarat untuk mendekat. Arya mengerutkan kening. Dia merasa tidak mengenalnya. Sebagaimana adab orang desa, tak sopan menghindar kalau dipanggil. 

Arya menghampiri orang itu dan tiba di hadapannya. 

“Kamu lupa sama aku?” Orang itu masih senyum-senyum sambil menunjuk dirinya sendiri.

Arya mencoba mengingat-ingat. Wajah orang itu terasa familiar. Setelah beberapa saat tercenung, akhirnya Arya baru teringat. 

“Fajar? Kamu Fajar kan?!” ujar Arya dengan wajah sumringah.

“Siapa lagi? Masak kamu lupa sih, sama temen sendiri?” 

“Sori, sori. Aku pangling tenan. Lama kita nggak ketemu. Kamu sekarang jadi... ”

“Kurus dan hitam! Gitu to maksudmu?” 

Keduanya lalu berjabat tangan dan berpelukan sejenak sambil tertawa riang. 

“Gimana kabarmu?” tanya Arya kemudian.

“Ya seperti ini. Masih jadi penghuni desa Sukosari. Ndak bisa ke mana-mana seperti konco-konco. Nggak bisa sukses kayak kamu.”

“Ah, aku biasa aja kok.”

“Ayo, duduk di sini. Kita ngobrol sebentar.”

Arya menurut ketika diajak duduk di dalam bangunan pos siskamling.

Lihat selengkapnya