Rahasia Ibu

Eko Hartono
Chapter #18

Bab 17: Di Balik Kematian Dirgo

Shalat jamaah maghrib sudah selesai. Warga yang ikut shalat berjamaah pulang ke rumah masing-masing. Arya dan orang itu masih tinggal di dalam masjid. Mereka duduk bersila berhadapan di tengah ruangan. Orang yang mengenalkan diri bernama Irawan itu mengaku sebagai polisi yang bertugas di Polsek. Dia bukan asli orang sini dan tinggal di kampung ini. Dia ingin membicarakan tentang kematian Dirgo, ayah Arya.

“Anda mau membicarakan tentang kematian bapak saya, memang ada apa dengan kematian bapak saya? Kenapa polisi terlibat? Bukankah bapak saya meninggal karena sakit?” tanya Arya jadi penasaran.

“Maaf sebelumnya kalau saya membicarakan hal ini di luar tugas dan tidak dalam kapasitas formal. Saya juga tidak bermaksud mengungkit masalah itu. Karena pihak kepolisian sendiri sudah menutup kasus ini,” kata Irawan. 

“Kasus?”

“Iya. Kematian pak Dirgo sempat menjadi kasus. Bukan saja karena gugatan orang-orang yang mengaku pernah dirugikan oleh almarhum, tapi juga ada laporan dari seseorang yang menyatakan bahwa kematian pak Dirgo dianggap tidak wajar dan diduga telah dibunuh.”

“Apa???” seru Arya kaget bukan main.

“Ya. Ada orang yang membuat laporan ke kantor polisi untuk mengusut kematian Pak Dirgo.”

“Siapa orang yang membuat laporan itu?”

“Istri kedua pak Dirgo. Namanya... saya agak lupa.”

“Irma.”

“Ya, betul. Mas Arya sudah tahu rupanya.”

Arya terdiam sebentar. Hatinya tiba-tiba dilanda gemuruh perasaan tidak karuan. Gusar, kecewa, sekaligus marah. Arya jadi ingat dengan kedatangan Irma beberapa waktu lalu yang menuntut harta gono gini. Rupanya dia sudah bikin kegaduhan saat kematian Dirgo. Tapi yang membuat Arya tidak mengerti, kenapa pakliknya tidak pernah menceritakan soal ini. Dia bahkan mengaku seolah tidak kenal dengan Irma.

Lihat selengkapnya