Rahasia Istri Yang Disakiti

Thariqia
Chapter #18

18 - Terang

Ruang tamu rumah itu terasa lebih sempit dari ingatannya. Kursi disusun rapi, wajah-wajah duduk berhadapan, dan udara dipenuhi bisik yang berhenti ketika Seeyana melangkah masuk. Ia datang sendiri. Tanpa Ravent di sisi, tanpa tameng.

Suryani duduk di tengah, punggung tegak, tatapannya siap menusuk. Beberapa kerabat menunduk, yang lain menatap penuh ingin tahu seolah hidup Seeyana adalah perkara yang layak diputuskan ramai-ramai.

“Kita tunggu Ravent,” kata Suryani singkat.

Pintu terbuka beberapa menit kemudian. Ravent masuk, wajahnya tegang tapi mantap. Ia duduk di sebelah Seeyana bukan terlalu dekat, bukan jauh. Posisi yang dipilih dengan sadar.

“Baik,” Suryani memulai. “Kita bicara terang-terangan. Ada banyak cerita beredar. Aku ingin ini jelas.”

Seeyana menarik napas. Ia tidak menyela. Ia menunggu.

“Sebagai ibu,” lanjut Suryani, “aku merasa rumah tangga kalian jadi bahan omongan karena keputusan yang tidak dewasa.”

Ravent menoleh. “Bu, izinkan Seeyana bicara.”

Suryani terdiam, jelas tidak suka. Tapi ia mengangguk kecil.

Seeyana berdiri. Tangannya dingin, tapi suaranya tidak. “Saya tidak datang untuk membela diri,” katanya pelan namun tegas. “Saya datang untuk menjelaskan batas.”

Beberapa alis terangkat.

“Masalah kami bukan gosip,” lanjut Seeyana. “Masalah kami adalah kebiasaan yang menyakiti dan tekanan yang tidak berhenti. Saya memilih tinggal terpisah untuk menjaga diri—bukan untuk mempermalukan siapa pun.”

Suryani menghela napas tajam. “Lalu malam itu?”

Seeyana menatapnya. “Itu keputusan dewasa, dengan konsekuensi yang saya tanggung. Tidak menghapus apa pun. Tidak juga mengikat apa pun.”

Hening menyebar. Ravent berdiri.

Lihat selengkapnya