Rahasia Olivia

Sartika Chaidir
Chapter #10

IZIN DARI BUNDA

Via sudah mengetahui keberadaan Ayahnya dan bertekad akan mencari Ayahnya pada saat libur semester nanti. Via tetap ingin menemui Ayahnya dan memintanya untuk memperbaiki semuanya. Walaupun Bunda sepertinya tidak menginginkan dan Via tetap tidak ingin melibatkan Ve.

“Aduh kenapa ini kepala masih sakit banget!” Seru Via ketika bangun dari tidurnya. Rasanya Via ingin tetap di ranjangnya, tapi sepertinya itu tidak mungkin karena Via kemarin sudah tidak masuk sekolah.

Via mencoba bangun dari tempat tidurnya dan ingin melangkahkan kakinya. Namun rasa sakit di kepalanya membuat langkahnya sempoyongan. Via mencoba menahan rasa sakitnya dan terus melangkah ke luar kamarnya. Sesaat Via melihat sosok Bunda sedang sibuk di dapur. Mungkin Bunda sedang menyiapkan sarapan pagi, pikir Via. Via pun melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi untuk segera bersiap ke sekolah.

Kali ini Via membutuhkan waktu 30 menit untuk bersiap ke sekolah. Saat Via berada di meja makan, Via tidak menemukan Bunda hanya ada Ve yang sedang menikmati sarapannya.

“Seperti biasa, selalu menghindar.” Gumam Via.

“Kamu udah sembuh Via.” Tanya Ve ketika menyadari kehadiran Via.

“Udah.” Jawab Via singkat.

“Bener? Kalau masih sakit istirahat aja Vi.” Kata Ve mengkhawatirkan keadaan Via.

“Bener. Udah selesai belum? Berangkat yuk!”

“Kamu sarapan dulu Vi?”

“Nanti aja di kantin.”

“Tapi Bunda udah bikinin bubur buat kamu Vi.”

Via terdiam dan menatap mangkok yang berisi bubur lengkap dengan suwiran ayam goreng, telur juga kerupuk. Via teringat saat Bunda merawatnya ketika ia sakit demam berdarah tetapi tidak mau dirawat di rumah sakit. Setiap hari Bunda selalu membuatkan bubur untuknya, ketika itu Via merasa sangat bahagia. Dan momen itu adalah momen terindah dalam hidup Via. Via mengembangkan senyumnya sambil duduk di kursi meja makan. Dengan lahab Via menikmati bubur buatan Bunda. Ve melihat Via sangat menikmati bubur buatan Bunda, mengembangkan senyumnya.

“Yuk berangkat.” Ajak Via setelah selesai menikmati buburnya. Ve hanya menganggukkan kepala dan segera mengikuti langkah Via yang lebih dulu melangkah keluar rumah.

Selama berjalan menuju halte bus, Via hanya diam membisu. Via tenggelam dengan pikirannya yang sedang kalut. Via bingung dengan sikap Bunda yang terlihat tidak setuju jika ia menemui Ayah.

“Ada apa sebenarnya antara Bunda dan Ayah? Aku yakin Bunda pasti ada alasan kuat melarang ku bertemu Ayah.” Kata Via dalam hati.

Lihat selengkapnya