Rahasia Olivia

Sartika Chaidir
Chapter #11

AWAL PENCARIAN

Via harus berusaha memperbaiki fokusnya, terutama untuk 2 minggu ini. Karena dalam 2 minggu ini, Via dihadapkan dengan ujian akhir semester. Walaupun pikiran Via tak bisa terlepas dari niatnya mencari sang Ayah, tetapi Via tak ingin mengecewakan Bunda nya yang sudah berlapang dada memperbolehkan Via bertemu dengan Ayahnya. Via ingin mempersembahkan nilai yang terbaik untuk bundanya.

"Akhirnya! Libur! Libur! Libur!" Kata Melli ketika keluar dari ruangan. Memang hari ini hari terakhir ujian dan mulai besok libur semester sudah di mulai. Hati Via sangat bahagia, karena hari yang dia tunggu sudah tiba.

"Seneng bener lu Mel! Emang lu mau liburan kemana?" Tanya Tias yang melihat Melli sangat antusias menyambut liburan.

"Sirik aja lu yas. Yang penting libur, enggak penting mau liburan kemana!" Protes Melli. Via yang melihat perdebatan Melli dengan Tias hanya tersenyum-senyum.

"Kalau lu mau liburan kemana Vi?" Tiba-tiba Melli mempertanyakan rencana liburan Via.

"Rahasia." Jawab Via asal karena terkejut mendapatkan pertanyaan secara tiba-tiba dari Melli.

"Ya udah ya, gue duluan. Daaa.... Melli, Daaa.... Tias!!!" Lanjut Via sambil melangkah meninggalkan Melli yang terlihat tidak puas dengan jawaban Via.

"Dasar enggak jelas lu!!" Teriak Melli yang tidak dapat di dengar oleh Via karena Via sudah menghilang di ujung koridor.

***

Via sedang berkemas di dalam kamarnya ketika Ve menghampirinya.

"Lagi ngapain Vi?" Tanya Ve yang berdiri di depan kamar Via. Kebetulan pintu kamar Via sedang terbuka.

"Eh.... Ve, lagi siap-siap buat besok." Jawab Via tanpa memalingkan pandangannya karena Via memang sedang sibuk berkemas.

"Besok berangkat jam berapa Vi?" Tanya Ve lagi sambil melangkahkan kakinya mendekati Via.

"Jam 9 keretanya berangkat, jadi dari rumah mungkin jam 7." Jawab Via masih tetap fokus dengan barang-barang yang akan di bawanya.

"O.... Pagi banget. Apa enggak kelamaan nungguinnya Vi?" Mendengar pertanyaan Ve, Via menghentikan aktivitasnya dan duduk disamping Ve. Via bisa merasakan kekhawatiran yang Ve rasakan.

"Kenapa Ve?" Tanya Via lirih dan merangkul bahu Ve. Ve tertunduk lemah.

"Tenang aja Ve, semua akan baik-baik aja." Via mencoba menenangkan Ve.

"Kamu berapa lama disana?" Tanya Ve lirih.

"Aku usahakan cepat pulang ya." Via tak bisa memastikan berapa lama dia akan berada di sana. Via berharap bisa secepatnya menemukan Ayahnya.

Lihat selengkapnya