Rahasia Olivia

Sartika Chaidir
Chapter #12

AWAL PERTEMUAN

"Mulai darimana aku mencarimu Ayah?" Gumamnya dengan mata terpejam.

Via masih memejamkan matanya, berusaha tenggelam ke dalam alam mimpi. Namun usahanya gagal karena bunyi perutnya yang sangat keras.

"Laper." Katanya sambil membuka matanya.

Dengan malas Via bangun dari tempat tidur dan melangkah menuju kamar mandi. Dalam waktu 15 menit Via sudah selesai membersihkan diri.

"Enaknya makan dimana ya?" Tanyanya pada dirinya sendiri.

"Liat entar aja deh. Yang penting keluar dulu." Katanya.

Via bergegas melangkah keluar kamar. Tujuan Via ketempat yang paling hits di Jogjakarta yaitu Malioboro. Sewaktu Via naik becak menuju penginapan, abang becaknya membawa Via melewati Malioboro. Jadi Via masih bisa mengingat jalan menuju Malioboro dari penginapannya. Suasana Jogjakarta tak sepadat Jakarta, kendaraan yang berlalu pun bisa Via hitung. Via mencoba mencari tempat makan yang sangat bersahabat dengan kantongnya dan angkringan yang Via pilih. Sego kucing yang merupakan ciri khas dari Angkringan menjadi pilihan Via. Nasi yang memiliki porsi cukup dengan lauk orek tempe dan oseng kacang panjang, ditambah sate telur puyuh juga gorengan, merupakan menu makan malam Via. Via menikmati makan malamnya sambil menikmati suasana malam di kota Jogjakarta dengan iringan lagu dari para seniman jalanan, membuat Via melupakan kepenatannya.

Seusai menikmati makan malam di angkringan, Via tak ingin langsung kembali ke penginapan. Via ingin menelusuri dan menikmati suasana malam di Malioboro. Lampu jalan yang berpadu dengan sinar bintang di langit membuat Vii takjub.

"Indah banget." Gumamnya dengan pandangan fokus ke atas. Keindahan yang sedang Via nikmati membuat Via tak menyadari jika ada seseorang yang sejak tadi mencoba menyapanya.

"Permisi mbak." Sapanya untuk yang ketiga kalinya.

"Eh..... Iya, ada apa?" Jawab Via gugup karena kaget. Dan Via semakin kaget ketika melihat orang yang menyapanya sejak tadi.

"Boleh duduk di sini? Soalnya tempat duduk yang lain udah penuh." Katanya sambil menunjuk bangku-bangku yang sudah penuh dengan orang-orang yang juga sedang menikmati suasana malam di Malioboro.

"Ganteng." Gumam Via yang sedang terpesona.

"Hah... Maksudnya?" Tanyanya yang tak mengerti dengan kata-kata Via.

"Aduh jadi tolol deh gue kalau kenyang." Gerutu Via.

"Eh.... Silahkan." Jawab Via masih dengan gugup.

"Terimakasih." Katanya kemudian duduk di samping Via.

"Orang Jogja sopan-sopan bener. Duduk aja minta izin." Gumamnya yang bisa di dengar oleh sang peminta izin.

"Kamu bukan orang Jogja?" Tanyanya yang tetap fokus dengan cameranya.

"Bukan."

"Pantes."

"Kenapa?"

"Enggak apa-apa. Pantes kamu beda." Katanya sambil mengalihkan pandangannya pada Via.

Lihat selengkapnya