Rahasia Olivia

Sartika Chaidir
Chapter #13

MENCARI AYAH

"Hai....." Sapa Arda saat berhenti tepat di depan Via berdiri.

"Aku telat ya?" Tanyanya sambil melihat jam tangannya.

"Enggak, gue yang kecepetan." Jawab Via dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

"O.... Kemana kita?" Tanya Arda sambil memberikan helm pada Via.

"Ini alamat bokap gue." Via memberikan secarik kertas kepada Arda setelah memakai helm yang diberikan Arda. Arda menerima secarik kertas yang diberikan Via dan membacanya.

"O..... Aku kayanya tahu alamat ini." Kata Arda setelah membacanya.

"Yang benar? Lu yakin?" Tanya Via dengan sangat bersemangat.

"Yakin. Ini dekat sama rumahku."

"Dekat rumah lu? Yakin?" Via makin antusias mendengar jawaban Arda.

"Iya, Kira-kira 20 menit dari rumah aku. Sepertinya ini dekat dengan pasar legi Kotagede." Kata Arda mencoba menerka-nerka. Dan Via hanya bisa menyimak kata-kata Arda.

"Kalau rumah ku di daerah karangkajen." Lanjut Arda.

"Aduh Arda, mau lu jelasin sampai gajah bertelur juga gue enggak ngerti. Gue kan enggak tau daerah sini." Protes Via yang memang bingung dengan penjelasan Arda.

"Hehehe.... Ok... Ok.... Sorry." Arda baru menyadari kalau Via dari tadi diam karena bingung dengan penjelasannya.

"Ya udah yuk." Ajak Arda pada Via.

"Oiya hampir lupa. Nih buat kamu." Arda memberikan sebuah handphone pada Via.

"Buat gue?" Tanya Via yang sedikit bingung dengan pemberian Arda.

"Iya, emang sih HP jadul tp masih bagus. Ini HP lama aku, dari pada dianggurin di dalam laci meja. Mending buat kamu. Jadi bisa lebih gampang dihubungi." Arda mencoba menjelaskan agar Via tidak tersinggung dan tidak salah paham padanya.

"Udah aku isi nomernya juga." Lanjut Arda. Via sebenarnya enggak mau menerima pemberian Arda, namun melihat kesungguhan dan ketulusannya membuat Via tak ingin mengecewakannya.

"Lu anak orang kaya ya? HP masih sebagus ini udah enggak lu pakai! Tapi Makasih ya." Komentar Via membuat Arda tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kenapa?" Tanya Via yang penasaran dengan sikap Arda.

"Enggak apa-apa. Kamu lucu. Yuk entar keburu siang." Kata Arda masih dengan senyum di bibirnya.

"Lucu? Emang gue warkop!" Protes Via sambil naik ke motor Arda. Arda makin mengembangkan senyumnya ketika mendengar protes Via.

Arda melajukan motornya dengan kecepatan cukup rendah. Karena Arda ingin Via menikmati perjalanannya dan mengetahui daerah yang ia lalui.

"Ini namanya pasar ngasem Vi." Kata Arda menjelaskan.

Lihat selengkapnya