Rahasia Olivia

Sartika Chaidir
Chapter #16

HATI YANG TERTINGGAL

Sudah 10 hari Via dan Arda bersama. Arda dengan setia menemani Via untuk mencari Ayahnya, walaupun masih menemui jalan buntu. Tak ada yang mengetahui keberadaan Ayah Via, namun Arda tetap semangat. Arda yakin, Via pasti menemukan Ayahnya. Sedangkan Via sendiri sudah putus asa dan ingin mengakhiri pencariannya. Selain waktu libur akhir semester akan segera berakhir, Via pun sangat mengkhawatirkan keadaan Ve. Via memutuskan untuk segera kembali ke Jakarta.

"Da, kayanya gue besok harus pulang." Kata Via yang sedang menikmati keindahan gunung merapi di kali adem.

"Kenapa pulang?" Tanya Arda tanpa memalingkan pandangannya dari puncak gunung merapi.

"Sebentar lagi kan udah masuk sekolah. Gue juga khawatir sama kakak gue." Jawab Via dengan tatapan yang tak memiliki titik pandang.

"O...." Jawab Arda singkat.

"Cuma O doang?" Tanya Via yang terkadang bingung dengan sikap Arda. Kadang Arda bersikap seolah perhatian dan menaruh hati pada Via. Namun terkadang Atda seperti tak peduli dengan Via.

"Maunya gimana?" Tanya Arda yang mulai membidik pemandangan dihadapannya dengan cameranya.

"Dasar cowok enggak romantis, enggak peka!" Gerutu Via.

Arda mengembangkan senyumnya ketika mendengar gerutu Via dan dengan ekor matanya, Arda melihat ekspresi kekesalan Via. Sebenarnya hati Arda ingin menahan Via, namun logika Arda menentang. Arda merasa alasan Via untuk pulang karena memang harus pulang. Libur akhir semester 4 hari lagi akan usai. Arda pun harus kembali melakukan rutinitasnya sebagai pelajar.

"Aku peka kok Vi." Kata Arda yang masih fokus dengan cameranya, tapi objek bidikannya kali ini wajah Via yang terlihat sangat kesal.

"Stop! No!" Teriak Via sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Senyum Arda semakin mengembang dan cameranya tak henti membidik Via.

"Arda!" Kali ini Via tak hanya berteriak tetapi tangannya berusaha menghentikan bidikan camera Arda.

"Hahaha...." Tawa Arda semakin lepas melihat sikap Via.

"Kamu makin manis kalau lagi ngambek." Kata Arda yang mencoba memuji Via, namun bagi Via terdengar seperti sedang menggodanya.

"Ngeledek!"

"Serius. Liat nih hasilnya." Kata Arda meyakinkan Via dengan menunjukkan hasil bidikannya. Namun Via enggan untuk melihatnya. Arda sebenarnya paham dengan maksud Via. Hatinya pun merasakan hal yang sama, namun Arda tak pandai mengungkapkan perasaannya. Menurut Arda dengan sikap dan perhatiannya sudah cukup mewakili hatinya.

"Da...." Kata Via tertahan.

"Hem..." Jawab Arda yang sedang berusaha menyembunyikan perasaannya.

"Gue ngerasa yang gue lakuin ini sia-sia." Kata Via lirih dan menenggelamkan wajahnya pada kedua tangannya. Arda menghentikan aktivitasnya dan memalingkan pandangannya pada Via. Ada rasa kecewa menyelinap di hatinya karena gagal membantu Via.

"Vi, sorry. Aku belum bisa temuin Ayah kamu."

Lihat selengkapnya