Rahasia Olivia

Sartika Chaidir
Chapter #18

CEMBURU

"Rik filmnya bagus ya? Romantis." Komentar Ve. Via tertegun memandang Ve yang sikapnya berbeda dengan Erik. Biasanya Ve bersikap dingin dan angkuh pada Erik.

"Iya, Romantis. Tapi enggak ada yang bisa gue romantisin." Kata Erik sambil memandang Via. Via yang masih bingung dengan sikap Ve tak memperdulikan kata-kata Erik. Sedangkan Ve yang melihat sikap Erik mulai menyelinap rasa cemburu dihatinya.

"Kenapa enggak ada?" Tanya Ve yang mulai tidak nyaman dengan sikap Erik yang selalu mencari-cari perhatian pada Via.

"Gue masih jomblo." Jawab Erik sambil tertawa lepas. Ve yang diam-diam menaruh hati pada Erik, merasa masih memiliki harapan ketika mendengar jawaban Erik. Ve pun mengembangkan senyumnya, hanya Via yang terdiam. Via benar-benar tak mengerti dengan sikap Ve dan Erik.

"Kita makan dulu ya, habis itu baru gue anter pulang." Kata Erik.

"Ok..." Jawab Ve.

"Hah... Ada apa dengan kalian." Gumam Via lirih.

"Ve mending kita pulang aja, sebentar lagi Bunda pulang." Bisik Via, mencoba mengingatkan Ve.

"Enggak apa-apa Vi, masih 2 jam lagi Bunda pulang." Jawab Ve dan berlalu melangkah mengikuti Erik. Via makin dibuat bingung dengan sikap Ve, biasanya Ve yang paling takut dengan Bunda. Namun kali ini Ve seolah tak perduli jika Bunda pulang dan mendapati rumah kosong tanpa Via dan Ve.

"Jangan aja entar gue yang nanggung ulah lu Ve!" Gumam Via dengan geram dan segera melangkah mengikuti Ve dan Erik.

Resto dengan makanan khas Itali yang Erik pilih. Erik masuk kedalam Resto dan memilih tempat duduk dekat jendela dengan pemandangan yang sangat bagus. Via dan Ve mengikuti langkah Erik dengan saling berpandangan.

"Kamu bawa uang enggak Vi?" Tanya Ve yang memang tak memiliki penghasilan dan hanya mengandalkan uang yang diberi Bunda. Berbeda dengan Via yang memiliki penghasilan dari tugasnya sebagai pelatih Taekwondo dan dari hadiah jika dia menang lomba karya tulis.

"Ada sih, cuma sayang tau Ve kalau buat makan disini. Mahal banget." Jawab Via berbisik.

"Enggak apa-apa. Nanti aku ganti kalau Bunda kasih uang saku bulanan ku." Kata Ve masih dengan berbisik.

"Hah...." Via sudah kehabisan kata-kata dengan perubahan Ve. Namun Via tak ingin mempermalukan Ve di depan Erik, jadi Via memutuskan untuk mengikuti keinginan Ve.

Erik yang melihat tingkah Via dan Ve sudah bisa menduga jika mereka pasti sedang membicarakan resto yang ia pilih.

"Kalian mau makan apa?" Tanya Erik yang sedang fokus dengan buku menu.

"Cari yang paling murah Ve." Bisik Via.

"Iya." Jawab Ve dengan suara lirih agar tidak terdengar oleh Erik. Walaupun sebenarnya Erik bisa mendengar percakapan mereka.

"Tenang, gue yang bayar." Kata Erik dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

"Jangan! Biar kita bayar sendiri aja. Tadi kan nonton udah lu yang bayar." Kata Ve melarang. Dengan cepat Via menepuk tangan Ve.

"Biarin aja dia yang bayar." Bisik Via. Namun Ve tak menghiraukan kata-kata Via.

"Udah enggak apa-apa. Gue aja yang bayar." Kata Erik sambil memilih menu makanan untuknya.

Via menggeleng-gelengkan kepalanya ketika mendengar penolakan Ve pada Erik. Via bukan orang yang suka basa basi atau jaim di depan orang lain sekalipun orang yang dia cintai. Dan Via benar-benar enggak ngerti dengan Ve yang terlihat sedang jaim didepan Erik.

"Kamu harus jelasin semuanya Ve!" Gumam Via geram.

***

Lihat selengkapnya