"Bertahan Via! Aku akan melindungimu." Bisik Arda pada Via. Namun Via tak bergeming, wajahnya semakin pucat dan darah terus mengalir dari kepalanya.
"Via.... Via...." Arda terus mencoba menyadarkan Via, rasa takut dan khawatir semakin membelenggunya.
"Cepat Rik!!" Pinta Arda yang semakin panik.
"Ok... Ok... Sabar Da!" Seru Erik yang tak kalah panik. Erik sudah berusaha mempercepat laju mobilnya, namun kondisi jalanan yang padat membuat Erik kesulitan.
Dalam waktu 45menit, mobil Erik sampai di depan lobby rumah sakit.
"Ve....! Cepat panggil suster!" Teriak Arda pada Ve yang masih terdiam mematung di tempat duduknya. Mendengar kata-kata Arda, Ve bergegas turun dari mobil dan berlari menuju ruang IGD untuk memanggil suster.
"Bertahan Vi! Kita sudah sampai." Bisik Arda pada Via.
"Tolong Sus!" Kata Ve ketika sampai di ruang IGD.
"Ya bisa saya bantu kak?" Tanya salah satu perawat dengan ramah.
"Ada yang terluka Sus, tolong Sus!" Jawab Ve dengan panik.
"Dimana?" Tanya perawat yang mulai terbawa kepanikan Ve.
"Di lobby Sus." Jawab Ve singkat. Sang perawat tanpa banyak kata bergegas memberitahukan beberapa rekannya dan segera melangkah mengikuti Ve yang telah lebih dahulu berjalan menuju lobby rumah sakit.
Perawat yang melihat kondisi Via, segera membawa Via keruang IGD untuk memberikan tindakan medis. Sedangkan Ve, Erik dan Arda hanya bisa menunggu dengan cemas di depan ruang IGD.
Ve yang duduk di salah satu bangku, terlihat sangat panik. Berkali-kali mulutnya komat-kamit memanjatkan doa dan kedua tangannya saling meremas.
"Tenang ya Ve! Via pasti baik-baik aja." Kata Erik mencoba menenangkan Ve. Mendengar kata-kata Erik, Ve menghambur dalam dekapan Erik dan menangis terisak.
"Aku takut Rik." Kata Ve dalam isaknya.
"Ini kedua kalinya Via terluka di kepala dan banyak mengeluarkan darah." Lanjut Ve.
"Apa?! Kedua kalinya?" Tanya Arda yang terkejut mendengar pernyataan Ve.
Mendengar pertanyaan Arda, Ve melepaskan dekapnya pada Erik dan duduk dengan menundukkan kepalanya. Perlahan Ve menganggukkan kepala untuk menjawab pertanyaan Arda.
"Gila...gila...!!" Seru Arda dengan nada penuh amarah.
"Kenapa Via bertahan? Kenapa Ve?!" Tanya Arda kalut. Membuat Ve semakin tersudut dan akhirnya Ve mencoba menjelaskan semuanya pada Arda.
Ve mencoba menceritakan semua yang Via alami sejak kecil. Perlakuan Bunda pada Via, ketidak adilan yang Bunda persembahan untuk Via, betapa penakutnya Ve hingga Via harus bertahan untuk menjaganya dan alasan Via yang sangat ingin mengembalikan kebahagiaan Bunda yang telah lama pupus.
Mendengar penjelasan Ve, Arda merasa Via bagai malaikat. Hatinya suci, tak ada dendam ataupun benci yang tersimpan.