Sudah 3 hari Via berada di rumah sakit. Dan hari ini, Via diizinkan pulang oleh Dokter. Ada rasa takut, kecewa, rindu dan khawatir yang memenuhi ronggan hati Via. Membuat sesak dan terasa menyakitkan. Namun Via mencoba meyakinkan hatinya untuk tetap bertahan. Untuk menyelesaikan apa yang memang harus diselesaikan.
"Aku pasti bisa!" Gumam Via yang sedang meyakinkan hatinya.
"Bunda, Via akan berusaha mengembalikan senyum Bunda. Via janji Bunda." Kata Via dalam hati.
***
Selama perjalan pulang, Via hanya terdiam. Hati dan pikirannya terbelenggu oleh keyakinan yang mulai terkikis. Pikirannya mengatakan semua baik-baik saja dan ia mampu untuk menghadapinya. Sedangkan hatinya mulai goyah, rasa takut mulai mrnyelimuti dan memenuhi rongga hatinya. Tanpa disadari air mata Via membasahi pipinya.
Ve yang duduk di samping Via, menatap Via lekat-lekat. Ve yang hampir tak pernah melihat Via menangis, mulai khawatir dengan kondisi Via.
"Kamu kenapa Vi?" Tanya Ve lirih.
Via yang terkejut dengan pertanyaan Ve, hanya menggelengkan kepalanya.
"Kamu mikirin Arda?" Tanya Ve mencoba menebak pikiran Via. Lagi-lagi Via hanya menggelengkan kepalanya.
Via pulang dari rumah sakit hanya dengan Ve menggunakan taxi online. Sebenarnya Arda dan Erik ingin mengantarkan, tapi Via menolak. Via tak ingin Bunda kembali tersulut emosinya. Dan alasan Via bisa diterima oleh Arda. Sesaat sebelum Via pulang, Arda masih meminta Via untuk ikut dengan dirinya. Arda berjanji akan menjaga dan membantu Via menemukan Ayahnya jika Via mau ikut dengannya ke Jogja. Namun Via tetap pada keputusannya untuk bertahan dan menyelesaikan yang harus diselesaikan. Membuat Arda tak mampu lagi berbuat apa-apa selain mencoba percaya pada Via.
"Aku percaya padamu Vi!" Kata Arda pada Via.
"Aku yakin kamu pasti bisa menyelesaikannya." Lanjutnya. Mendengar kata-kata Arda, senyum Via mengembang.
"Aku pulang ya." Pamit Via pada Arda.
"Ok, hati-hati ya. Kabari aku kalau udah sampai." Kata Arda lembut sambil membelai kepala Via.
***
Belum sempat Ve mengutarakan pertanyaannya lagi, laju taxi online yang mengantarkannya terhenti. Ve melihat suasana di luar melalui kaca jendela. Terlihat seseorang sedang duduk terdiam di teras rumahnya.