Rahasia Olivia

Sartika Chaidir
Chapter #28

SEBUAH RAHASIA

"Ayah..." Kata Via lirih, namun masih bisa ditangkap oleh pendengaran Arda.

"Ayah? Maksudnya apa Vi?" Tanya Arda pada Via yang terdiam dengan pandangan tertuju pada Ayahnya. Pertanyaan Arda menguap dan sepertinya tak sampai pada pendengaran Via. Via masih terdiam dan pandangannya fokus pada laki-laki berumur yang melangkah mendekati dirinya dan Arda.

"Da..., ini siapa?" Tanya Ayah Arda kepada Arda.

"Kenalin Yah, ini Via. Pacar Arda." Arda memperkenalkan Via kepada Ayahnya. Namun Via tetap terdiam tak bergeming, hanya memandang dengan tatapan sendu. Begitu bahagianya Via dapat berjumpa dengan sang Ayah. Ayah yang sosoknya tak pernah ia tahu. Ayah yang kasih sayangnya tak pernah ia rasakan.

"Vi....." Tegur Arda membuat Via kembali terjaga.

"Ya...." Jawab Via gugup karena terkejut.

"Ini Ayahku." Kata Arda penuh dengan penekanan. Membuat Via tersadar dari rasa terkejutnya yang membuat dirinya terdiam mematung.

"Eh... Om, saya Olivia Putri Andita. Biasa di panggil Via." Via memperkenalkan dirinya dengan nama lengkapnya, berharap Ayahnya mengenali dirinya. Perkenalan Via yang menggunakan nama lengkapnya membuat Arda semakin menaruh rasa curiga.

"Saya Rachmat, Ayahnya Arda." Laki-laki setengah baya dihadapan Via memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya. Mendengar laki-laki setengah baya dihadapannya menyebutkan namanya, hati Via bergetar dan berdetak tak berirama. Namun Via berusaha untuk mengendalikan diri dan menyambut uluran tangannya, menjabatnya dan menciumnya.

"Ayah..." Kata Via dalam hati.

"Oiya Om, ini lukisan Om ya?" Tanya Via mencoba mengalihkan pandangannya setelah melepas jabatan tangannya. Via tak ingin perasaannya terbaca.

"O.... Iya, Om cuma coba-coba." Jawabnya sambil memandang lukisannya. Dapat Via lihat dengan jelas wajah sendunya.

"Itu menceritakan masa lalu Om ya?" Tanya Via yang sudah tak sanggup menyimpannya.

"Maksudnya?" Tanya Pak Rachmat yang terkejut dengan pertanyaan Via. Begitu juga Arda yang sejak tadi hanya menyimak percakapan Via dengan Ayahnya.

"Vi..." Kata Arda yang juga ingin tau maksud Via.

"Ya...." Jawab Via tanpa memalingkan pandangannya. Via masih berusaha menahan perasaannya dan air matanya.

"Maksud kamu apa Vi?" Tanya Arda yang mulai tak mampu membendung rasa penasaran dan curiganya.

"Enggak ada maksud apa-apa, cuma nebak aja." Jawab Via dengan suara bergetar. Arda sebenarnya tak percaya dengan jawaban Via. Namun rasa cintanya kepada Via menghalanginya untuk membuat Via tak nyaman. Sedangkan Pak Rachmat tetap menatap lukisannya, sepertinya Pak Rachmat tak menaruh curiga pada Via.

***

"Makasih ya Da." Kata Via pada Arda ketika sampai di penginapan. Pertemuan Via dengan Pak Rachmat berakhir tanpa Arda tahu yang sebenarnya. Niat Via yang ingin Arda pun tahu kebenarannya, ia urungkan. Via tak ingin Arda merasakan luka dan kecewa seperti dirinya.

"Untuk?" Tanya Arda

"Untuk hari ini. Untuk pertemuan dengan Ayahmu." Jawab Via dengan suara bergetar.

"Juga Ayahku. Makasih udah menepati janjimu untuk menemukan Ayahku." Kata Via dalam hati.

"Sama-sama. Oiya hampir lupa!" Kata Arda sambil mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya. Melihat kotak yang ada di tangan Arda, air mata Via tak sanggup lagi terbendung.

"Apa kamu izinin aku buat selamanya jagain kamu Vi?" Tanya Arda sambil membuka kotak yang ada di tangannya. Air mata Via semakin deras membasahi pipinya, ingin rasanya Via menganggukan kepalanya. Namun itu tak mungkin dan tak boleh.

"Kamu simpan dulu aja ya Da!" Kata Via lirih, namun masih bisa terdengar oleh Arda.

"Kenapa?" Tanya Arda yang sedikit kecewa namun tetap mencoba berpikir positif.

Lihat selengkapnya