Rahasia Olivia

Sartika Chaidir
Chapter #30

LUKA UNTUK ARDA

"Ayah!!!" Seru Arda.

"Kenapa handphone Via bisa ada di Ayah?" Tanyanya dengan suara bergetar karena menahan rasa kecewa yang semakin dalam. Kini harapan Arda pupus, tak ada lagi harapan untuk bisa mendengar suara Via dan mendengar penjelasannya.

"Kamu kesini ya Da. Nanti Ayah jelaskan." Kata Ayah yang bisa menangkap kekecewaan dari nada suara anaknya.

"Ok." Jawab Arda singkat dan mengakhiri panggilan telephonnya.

***

"Mbak Mia!" Sapa Arda ketika sampai di toko Ayahnya dan melihat sosok Mbak Mia. Mbak Mia yang mendengar namanya dipanggil, segera memalingkan pandangannya ke arah sumber suara yang memanggilnya.

"Mas Arda." Gumamnya lirih dan segera melangkah menghampiri anak bosnya.

"Ya Mas." Kata Mba Mia ketika sudah berada di hadapan Arda.

"Ayah ada?" Tanya Arda.

"Ada Mas." Jawab Mbak Mia singkat. Sebenarnya Mbak Mia penasaran dengan apa yang terjadi pada Arda dan Via. Namun Mbak Mia mencoba menahan rasa penasarannya karena tak ingin ikut campur terlalu jauh dengan permasalahan anak bosnya.

"Makasih Mbak." Kata Arda sambil bergegas menuju ruangan Ayahnya.

"Tok...Tok...Tok...." Arda mengetuk pintu ruangan Ayahnya sebelum ia masuk. Kali ini Arda sudah bisa mengendalikan emosinya, sehingga sopan santunnya pun kembali lagi.

"Masuk." Pinta Pak Rachmat

"Arda, masuk nak." Kata Pak Rachmat ketika melihat sosok Arda berdiri di balik pintu. Ardapun masuk kedalam ruangan Ayahnya dan duduk dikursi yang ada di depan meja kerja Ayahnya.

"Tadi Via titip ini sama Ayah buat kamu." Kata Pak Rachmat sambil menyerahkan handphone yang Via titipkan. Arda menatap handphone yang masih berada di tangan Ayahnya, matanya berkaca-kaca. Air matanya mencoba membasahi pipinya, namun Arda lebih dulu menghentikannya. Arda tak ingin Ayahnya melihat dia menangis. Perlahan Arda mengambil handphone Via dari tangan Ayahnya.

"Maafin Ayah Da." Kata Pak Rachmat sambil menatap Arda yang masih memandangi handphone Via lekat-lekat.

"Sebenarnya ada apa Yah?" Tanya Arda lirih. Kini hatinya benar-benar terluka. Rasa takutnya kini terbukti, Via benar-benar meninggalkannya.

Perlahan Pak Rachmat menghirup nafas dalam-dalan dan menghembuskan, sebelum dirinya menjelaskan pada Arda. Pak Rachmat mencoba mempersiapkan diri melihat putranya akan kecewa dan terluka.

Lihat selengkapnya