Raja Tanpa Darah

Oleh: Ari Annola

Blurb

Arya Wisesa tidak memiliki darah bangsawan. Ia hanya anak kampung yang dibesarkan oleh kerasnya hidup, tetapi keberanian dan kepeduliannya membuat rakyat melihat sesuatu yang tidak dimiliki para pewaris takhta: kelayakan untuk memimpin.

Ketika kerajaan-kerajaan saling berebut pangan, wilayah, dan kekuasaan, Arya diangkat menjadi Raja Watu Ireng. Namun mahkota tanpa garis keturunan membuatnya dianggap penghinaan bagi para bangsawan. Di tengah perang dan pengkhianatan, ia harus membangun persekutuan untuk menghadapi Bandung Bondowoso—penakluk yang memerintah melalui ketakutan.

Pertemuannya dengan Roro Jonggrang membawa Arya ke dalam pertarungan yang lebih besar daripada perebutan kerajaan. Sebuah legenda sedang ditulis, tetapi nama lelaki yang paling banyak berkorban justru akan dihapus dari sejarah.

Karena darah mungkin memberi seseorang takhta, tetapi tindakanlah yang membuat rakyat memilih siapa yang layak mereka sebut raja.

Lihat selengkapnya