Rambut Emas

Iris
Chapter #1

Rambut Emas

Tak ada seorang pun di Puntang yang tahu mengapa rambut gadis itu berwarna secerah cahaya matahari. Sejak lahir, warna rambutnya memang sudah demikian. Kuning keemasan.

Ada yang mengatakan itu adalah tanda keistimewaan.

Ada yang percaya kalau itu adalah tanda kesaktian.

Ada pula yang meyakini bahwa kelahirannya adalah tanda kemakmuran bagi Puntang.

Namun, berbeda dari orang-orang yang terus sibuk mencari makna setiap kali melihat warna rambutnya yang tak biasa, bagi ibunya, Rambut Emas tetaplah seorang anak perempuan biasa. Anak yang lahir dari rahimnya, seperti anak-anak lain yang terlahir dari ibu-ibu lainnya.

Sepanjang tumbuh besar, Rambut Emas semakin dikenal orang-orang Puntang karena sifat penolongnya yang tiada tertanding

Dimana pun ada orang membutuhkan pertolongan, di situ lah Rambut Emas akan ditemukan.

Seperti pada suatu siang, saat seorang anak perempuan yang sedang menunggu ibunya mencuci, tiba-tiba jatuh ke sungai, Rambut Emas yang kebetulan sedang melintas segera datang menghampiri. Menjatuhkan keranjang penuh buah yang tengah dibawanya, ke tanah. Lantas menceburkan diri ke sungai.

Saat itu arus sungai sedang deras. Sementara orang-orang yang lebih dulu berada di tepi sungai, terlihat masih dipenuhi keraguan, Rambut Emas seolah-olah tidak punya waktu untuk memikirkan keselamatannya.

Beberapa waktu berlalu, saat orang-orang bersiap dengan bambu dari tepi sungai, Rambut Emas muncul di permukaan sungai dengan anak yang tengah menangis dalam dekapannya.

Orang-orang lantas bersorak lega, sementara takjub karena arus sungai yang sedang deras itu seperti tak cukup untuk menyeret dan menenggelamkan tubuh gadis kurus itu.

Pada lain hari, saat seorang perempuan tua yang hendak kembali dari hutan setelah mengumpulkan kayu bakar, seekor harimau tiba-tiba muncul di antara pepohonan dan menghadang.

Perempuan tua itu terdiam. Kayu-kayu yang dipanggulnya jatuh berserakan ke tanah, meninggalkan tubuh tuanya yang gemetar. Harimau bergerak semakin mendekat. Namun, sebelum sesuatu yang buruk terjadi, Rambut Emas tahu-tahu muncul dan berdiri di antara keduanya.

Saat itu Rambut Emas tidak membawa senjata. Hanya sebatang kayu yang ada di sebelah tangannya. Itu pun baru saja dipungut dari tanah dengan tergesa.

“Jangan ganggu,” katanya pelan.

Lihat selengkapnya