Rangkaian Bunga Kecil

Lilyandra
Chapter #5

5

Tatapan kosong seolah masih mencerna apa yang terjadi barusan. Dengan suara yang lesu ia berkata

"Tadi itu apa? Aku takut, tapi... kenapa aku diperlakukan seperti ini?" Tatapannya masih kosong. Melihat ubi-ubi yang menjadi saksi dari perlakuan yang tidak senonoh itu.

Langkah kakinya berjalan hampir tak bernyawa, sepanjang perjalanan ia tak menghiraukan apapun yang melewatinya.

"Malya!" Suara panggilan keras itu menyadarkan Malya.

"Ah, iya.. " Malya mencari asal dari suara tersebut.

"Kamu kenapa nak? Kenapa dari tadi bibi panggil tidak sahut?" Ternyata itu bibi Aya, dia membawa pakaian yang sudah terlipat dengan baik di atas kedua tangannya.

"Ah... um... maaf bi, Malya gak fokus" Malya berusaha memalingkan wajah dan tatapannya dari wajah Aya. Aya meletakkan pakaian di sebelah Malya dan ia menyeimbangkan tinggi badan Malya.

"Kamu ada apa? Ada yang salah nak? Mau cerita?" Aya begitu perhatian.

"Apa aku cerita saja? Tapi... aku takut... " Malya memainkan jarinya.

"Tidak apa apa kok bi, Malya cuma bingung aja sama lingkungan baru disini, Malya belum bisa berbaur sama semuanya, itu aja" Dada Malya terasa panas, suaranya tersenggal, ia ingin mengatakan sesuatu.

"Baiklah kalau begitu, ini baju kamu ya, semoga pas di badan kamu" Aya pergi meninggalkan Malya yang mesin terdiam membisu, lagi lagi dia hanya bisa diam.

"Apa kalau aku cerita bibi bisa nerima? Apa semua akan baik baik aja?" Malya bergumam sendirian menatap punggung Aya yang mulai menjauh.

Malya mengambil pakaian yang sudah di bawa Aya, dan berjalan ke kamar. Sesampainya di kamar.

"Malya, kenapa lama benget sih, eh, wah.... Malya udah dapat baju nih...." Sena menggoda Malya.

"Hehehe, iya bibi yang bawa tadi" La langsung membawa bajunya ke lemari yang sudah dia pilih.

"Nah gini kan ada tuh kelihatan pakaian Malya"

Semuanya mengangguk, tapi tidak dengan Malya, pikirannya kalut, sangat sangat kalut.

"Oh iya Malya, pak Ujang sama temannya ajak kita semua makan ubi bakar nanti di belakang, gimana?" Ucapan Sena mempu membuat tubuh Malya membeku.

"Iya katanya kita semua kesana, kita akan makan ibu bakar um.... pasti sangat enak tuh, udah lama banget gak makan ubi bakar apalagi yang ubi madu" Sela pun ikutan.

Tubuh Malya menegang, dia masih ragu.

"Yok kita siap siap aja, nanti kan semua pada keluar, jadi saat itu juga kita keluar" Ratih juga ikut.

"Malya ikut kan?" Ratih memastikan pilihan Malya.

Lihat selengkapnya