RANJANG GAIB : RITUAL KOLOGONDO

DW AMOUR
Chapter #11

Dilema Pengantin Baru

Sementara itu, di pusat kota, gedung Pemerintahan Daerah Kabupaten Pemalang mulai ramai oleh kedatangan para pegawai. Arli baru saja melangkah memasuki ruang kantor PNS tempatnya bekerja setelah menyelesaikan masa cuti pernikahannya.

​Begitu sosok Arli terlihat di ambang pintu, suasana kantor yang semula tenang langsung riuh oleh sorak-sorai dan godaan dari teman-teman sejawatnya.

​"Wahhh! Iki dia penganten barune wis teko!" (π‘Šπ‘Žβ„Žβ„Žβ„Ž! 𝐼𝑛𝑖 π‘‘π‘–π‘Ž π‘π‘’π‘›π‘”π‘Žπ‘›π‘‘π‘–π‘› π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘¦π‘Ž π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘‘π‘Žπ‘‘π‘Žπ‘›π‘”!) seru salah seorang rekan kerjanya dengan keras, memicu tawa yang lain.

​"Gimana, Li? Kok ketoke lesu men? Kurang turu yo mergo lembur wengi? Hahaha!" (πΊπ‘–π‘šπ‘Žπ‘›π‘Ž, 𝐿𝑖? πΎπ‘œπ‘˜ π‘˜π‘’π‘™π‘–β„Žπ‘Žπ‘‘π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž 𝑙𝑒𝑠𝑒 π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘‘? πΎπ‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘–π‘‘π‘’π‘Ÿ π‘¦π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž π‘™π‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿ π‘šπ‘Žπ‘™π‘Žπ‘š π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘ ? π»π‘Žβ„Žπ‘Žβ„Žπ‘Ž!) timpal yang lain sembari menyenggol lengan Arli.

​Arli hanya bisa memaksakan sebuah senyuman tipis dan membalas lambaian tangan mereka dengan canggung. Di dalam lubuk hatinya, ia harus berjuang keras menyembunyikan gundah gulana yang membuat otaknya ruwet setengah mati.

Alih-alih menikmati indahnya masa-masa pengantin baru, batinnya justru disiksa oleh kenyataan bahwa istrinya sakit misterius dan tak kunjung selesai haid sejak hari pertama mereka sah.

​Arli berjalan menuju meja kerjanya dan meletakkan tas kerjanya. Belum sempat ia duduk dengan tenang, dua orang teman dekatnya, Herman dan Ayu, langsung merangsek maju dan berdiri mengitari mejanya dengan wajah penuh rasa ingin tahu yang besar.

​"Sik, sik, Li... Cerito dhisik toh karo dewe," (π‘†π‘’π‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ, π‘ π‘’π‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘Ÿ, 𝐿𝑖... πΆπ‘’π‘Ÿπ‘–π‘‘π‘Ž 𝑑𝑒𝑙𝑒 dong π‘ π‘Žπ‘šπ‘Ž π‘˜π‘–π‘‘π‘Ž) goda Ayu sambil menopang dagunya di atas sekat meja kerja Arli.

"Dewe kan penasaran banget. Andin kuwi kan cah Semarang sing ayu banget, awake lencir kuning, sifate alus pisan. Kowe iki beruntung banget iso entuk bojo koyo dheweke." (πΎπ‘–π‘‘π‘Ž π‘˜π‘Žπ‘› π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘ π‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘› π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘‘. 𝐴𝑛𝑑𝑖𝑛 𝑖𝑑𝑒 π‘˜π‘Žπ‘› π‘Žπ‘›π‘Žπ‘˜ π‘†π‘’π‘šπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žπ‘›π‘” π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘Žπ‘›π‘‘π‘–π‘˜ π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘‘, π‘‘π‘’π‘π‘’β„Žπ‘›π‘¦π‘Ž π‘–π‘‘π‘’π‘Žπ‘™ π‘˜π‘’π‘™π‘–π‘‘π‘›π‘¦π‘Ž π‘˜π‘’π‘›π‘–π‘›π‘” π‘™π‘Žπ‘›π‘”π‘ π‘Žπ‘‘, π‘ π‘–π‘“π‘Žπ‘‘π‘›π‘¦π‘Ž β„Žπ‘Žπ‘™π‘’π‘  π‘™π‘Žπ‘”π‘–. πΎπ‘Žπ‘šπ‘’ 𝑖𝑛𝑖 π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘›π‘‘π‘’π‘›π‘” π‘π‘Žπ‘›π‘”π‘’π‘‘ π‘π‘–π‘ π‘Ž π‘‘π‘Žπ‘π‘Žπ‘‘ π‘–π‘ π‘‘π‘Ÿπ‘– π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– π‘‘π‘–π‘Ž.)

Lihat selengkapnya