RANJANG GAIB : RITUAL KOLOGONDO

DW AMOUR
Chapter #15

Berhenti Haid

Malam kian merambat pekat, jarum jam dinding kuno di dalam rumah joglo itu sudah menunjuk tepat ke angka sepuluh malam. Suasana di luar rumah begitu sunyi senyap, hanya diiringi oleh desau angin perbukitan Pemalang yang sesekali menerpa dinding kayu.

​Di dalam kamar mandi, Andin bersiap-siap untuk tidur. Langkah pertamanya adalah memeriksa kondisi tubuhnya untuk mengganti pembalut kain seperti ritual yang biasa ia lakukan selama dua minggu terakhir.

Namun, begitu kain pelindung itu dilepaskan, Andin seketika terbelalak kaget. Mulutnya setengah terbuka, matanya menatap tidak percaya pada apa yang tersaji di depan pandangannya.

​Bersih. Kain pembalut itu benar-benar bersih sempurna, putih tanpa ada satu pun bercak noda darah merah pekat yang biasanya mengucur perih menggila.

​Andin menyentuh area intimnya dengan jemari gemetar; rasa sakit membakar yang biasanya menyiksa batinnya kini telah sirna sepenuhnya.

Seketika itu juga, sebuah senyuman kebahagiaan yang sangat luas terukir di wajahnya yang pucat. Batinnya langsung berteriak girang. “Gusti... mbo mulyani iki mergo pitulungane Mbah Suro awan mau! Mantra lan tiupane terbukti ampuh nambani penyakitku!” (𝐺𝑢𝑠𝑡𝑖... 𝑝𝑎𝑠𝑡𝑖 𝑖𝑛𝑖 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑡𝑜𝑙𝑜𝑛𝑔𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑀𝑏𝑎ℎ 𝑆𝑢𝑟𝑜 𝑠𝑖𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑎𝑑𝑖! 𝑀𝑎𝑛𝑡𝑟𝑎 dan 𝑡𝑖𝑢𝑝𝑎𝑛𝑛𝑦𝑎 𝑡𝑒𝑟𝑏𝑢𝑘𝑡𝑖 𝑎𝑚𝑝𝑢ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑔𝑜𝑏𝑎𝑡𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑦𝑎𝑘𝑖𝑡𝑘𝑢!) pikirnya dengan penuh rasa syukur yang keliru.

​Dirasuki oleh kebahagiaan yang meluap-luap karena merasa kutukan haid-nya telah berakhir, Andin bergegas melangkah ke depan cermin rias di dalam kamar.

Dengan gerakan tangan yang cepat, ia mulai memulas wajahnya dengan bedak tipis, mengenakan sedikit gincu merah muda di bibirnya, dan menyisir rambut panjangnya yang hitam hingga terurai indah di atas pundaknya.

​Malam ini, ia berniat mengenakan selembar gaun tidur tipis berbahan satin berwarna putih gading yang berpotongan rendah—gaun pengantin malam pertama yang selama ini tersimpan rapi di dasar lemari.

Andin bertekad bulat untuk memberikan hak lahiriah milik suaminya malam ini juga, menebus seluruh rasa bersalahnya selama empat belas hari ini.

Lihat selengkapnya