RANJANG GAIB : RITUAL KOLOGONDO

DW AMOUR
Chapter #20

Padepokan Ki Ageng

π˜•π˜¨π˜©π˜©π˜©π˜©...


​Rasa sakit yang membakar di area dada membuat Arli perlahan-lahan membuka kedua kelopak matanya yang terasa sangat berat. Pandangannya kabur, berselimut bayangan hitam.Β 


Namun, begitu penglihatannya kembali jernih, jantung Arli serasa dicopot paksa dari rongganya.


​Tepat satu jengkal di depan wajahnya, wajah hancur bernanah milik kuntilanak hitam dengan mata menyala merah sedang menyeringai lebar.


Lidahnya yang panjang berlumuran darah menjulur keluar, siap mengoyak leher dan merobek dada Arli untuk memakan jantungnya yang masih berdetak.


​"Aaaaaaaaakhhhhhhh! Ojo! Bojoku jek nunggu omah! (π½π‘Žπ‘›π‘”π‘Žπ‘›! πΌπ‘ π‘‘π‘Ÿπ‘–π‘˜π‘’ π‘šπ‘Žπ‘ π‘–β„Ž π‘šπ‘’π‘›π‘’π‘›π‘”π‘”π‘’ 𝑑𝑖 π‘Ÿπ‘’π‘šπ‘Žβ„Ž!)" jerit Arli kencang sekuat tenaga, tubuhnya tersentak hebat ke depan.


​"Den! Den Arli! Istighfar, Den! Niki sampun aman, kowe wis ra nang alas meneh! (𝐼𝑛𝑖 π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘Žπ‘šπ‘Žπ‘›, π‘˜π‘Žπ‘šπ‘’ π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ 𝑑𝑖 β„Žπ‘’π‘‘π‘Žπ‘› π‘™π‘Žπ‘”π‘–!)" Sebuah suara bariton yang ditenangkan dengan elusan lembut di pundaknya membuat kesadaran Arli kembali pulih sepenuhnya.


​Arli terengah-engah, keringat dingin membanjiri kaus dalamnya yang putih. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri dengan pandangan yang linglung dan keheranan.


Wajah iblis kuntilanak hitam tadi telah lenyap. Ternyata, kejadian mengerikan itu hanyalah sebuah mimpi buruk kelanjutan dari pingsannya.


​Di sampingnya, Herman tampak duduk dengan dahi yang diperban kain putih, sementara Tarjo berdiri tegak sambil memegang segelas air putih hangat.


Lihat selengkapnya