RAPAT:Rasa Paling Tahu

Yusuf Pradika
Chapter #1

Chapter BAB #1 Prolog Rumah Paling Berisik Di Gang Melati

Rumah Paling Berisik di Gang Melati


Kalau suatu hari Anda tersesat ke Gang Melati dan mendengar suara orang berdebat dari kejauhan, jangan buru-buru menghubungi ketua RT.


Belum tentu ada keributan.


Bisa jadi...


Itu hanya keluarga Omen sedang menentukan siapa yang terakhir kali memindahkan gunting.


Di Gang Melati, rumah-rumah berdiri rapat dengan pagar pendek yang seolah-olah sengaja dibuat agar gosip lebih mudah melompat dari satu halaman ke halaman lain.


Pagi-pagi sekali, suara ayam berkokok akan bersaing dengan bunyi sendok yang mengaduk kopi.


Anak-anak berlarian mengejar layang-layang.


Ibu-ibu menyapu halaman sambil bertukar cerita.


Bapak-bapak berangkat kerja sambil mengangkat tangan kepada tetangga.


Semuanya tampak biasa.


Sampai terdengar suara dari rumah bercat hijau muda di ujung gang.


"SIAPA YANG PINDAHIN REMOTE?"


Lima detik kemudian.


"BUKAN AKU!"


"LHA TERUS SIAPA?"


"LAGI-LAGI BIMO!"


"AKU BELUM BANGUN!"


Suara itu meluncur melewati pagar, menabrak pohon mangga milik Pak Darto, lalu mampir ke warung Mak Eha sebelum akhirnya menjadi bahan obrolan satu kampung.


Tidak ada yang benar-benar terganggu.


Justru kalau rumah itu mendadak sunyi, tetangga mulai khawatir.


Pak Darto biasanya menjadi orang pertama yang datang.


"Pak Omen sehat?"


"Sehat."


"Bu Nina?"


"Sehat."


"Anak-anak?"


"Sehat."


"Lho... kok sepi?"


"Masih tidur."


Pak Darto akan mengangguk pelan.


"Oh... pantesan saya merasa ada yang aneh."


Begitulah keluarga Omen.


Mereka terkenal bukan karena kaya.


Bukan pula karena memiliki rumah paling besar.


Rumah mereka bahkan sederhana, dengan pagar besi yang selalu berbunyi kreeeek... setiap dibuka. Ayah sudah berjanji memperbaikinya sejak entah kapan.


Sampai hari ini...

Lihat selengkapnya