RAPAT:Rasa Paling Tahu

Yusuf Pradika
Chapter #14

Chapter BAB#14 SALING MEMBUTUHKAN

SALING MEMBUTUHKAN


Beberapa hari setelah Bu Nina sakit, rumah keluarga Omen berubah.


Bukan berubah menjadi lebih tenang.


Itu mustahil.


Rumah Omen tetap rumah Omen.


Pagi-pagi masih terdengar suara Bimo mencari kaus kaki yang sebenarnya sudah dipakainya.


Raka masih suka mengomel.


Rino masih sering diam-diam tersenyum melihat kekacauan kakaknya.


Pak Omen masih sering lupa meletakkan kunci.


Tetapi ada sesuatu yang berbeda.


Mereka mulai saling memperhatikan.


Kalau dulu Bu Nina yang paling sering mengingatkan semua orang, sekarang semua orang bergantian mengingatkan Bu Nina.


"Bu, obatnya."


"Bu, jangan terlalu banyak bergerak."


"Bu, makan dulu."


"Bu, istirahat."


Sampai suatu pagi Bu Nina akhirnya mengangkat tangan.


"STOP!"


Semua terdiam.


Bu Nina menghela napas.


"Ibu ini sakit, bukan mau pensiun dari kehidupan."


Pak Omen tertawa.


"Ya, tapi Ibu harus istirahat."


"Ibu tahu."


Raka menyahut:


"Bagus."


Rino ikut berkata:


"Jangan membantah."


Bimo mengangkat tangan.


"Ibu dilarang marah."


Bu Nina menatapnya.


"Kamu juga jangan bikin Ibu marah."


Bimo mengangguk.


"Siap."


Lima menit kemudian terdengar suara benda jatuh dari dapur.


BRUK!


Bu Nina langsung bangkit.


"Itu apa?"


Bimo menjawab dari dapur:


"Enggak apa-apa!"


Raka berteriak:


"Bimo!"


Bimo muncul sambil membawa panci.


"Ini cuma tutup panci."


Rino melihat lantai.


"Kenapa lantainya basah?"


Bimo diam.


Pak Omen datang.


"Bimo..."


Bimo tersenyum.


"Air."


Pak Omen menghela napas.


"Air dari mana?"


Bimo menunjuk panci.


"Dari panci."


Pak Omen menutup mata.


"Ya Tuhan..."


Bu Nina yang tadinya hendak marah malah tertawa.


Rumah kembali ramai.


Dan anehnya...


keramaian itu terasa menyenangkan.



RUMAH YANG MULAI BERUBAH


Setelah pengalaman Bu Nina sakit, mereka mulai membuat pembagian tugas.


Pak Omen bertugas membeli kebutuhan rumah.


Raka mengurus beberapa urusan administrasi.


Rino bertugas membantu pekerjaan rumah dan memastikan kebutuhan Ibu tersedia.


Bimo mendapat tugas paling ringan:


membuang sampah.


Namun Bimo merasa tugas itu terlalu kecil.


"Aku mau tugas lain."


Pak Omen bertanya:


"Tugas apa?"


"Mengelola keuangan keluarga."


Semua langsung tertawa.


Raka berkata:


"Kamu uang jajan saja belum bisa kelola."


Bimo protes.


"Itu bukan salahku."


"Lalu salah siapa?"


"Godaan jajanan."


Rino tertawa.


"Kalau begitu kamu cocok jadi bendahara."


Pak Omen menggeleng.


"Jangan."


Bimo cemberut.


"Kenapa?"


"Karena nanti kas keluarga berubah menjadi kas cilok."


Bimo akhirnya tertawa.


Hari demi hari, kondisi Bu Nina mulai membaik.


Ia sudah bisa berjalan ke ruang tengah.


Sudah bisa duduk lebih lama.


Sudah mulai ikut bercanda.


Namun ada satu hal yang masih sering mengganggu pikirannya.


Suatu sore, Bu Nina duduk bersama Pak Omen di teras.


Langit mulai berubah jingga.


Pak Omen membawa dua gelas teh.


Ia duduk di samping istrinya.


"Sudah enakan?"


Bu Nina mengangguk.


"Sudah."


Pak Omen tersenyum.


"Syukurlah."


Mereka diam beberapa saat.


Kemudian Bu Nina berkata:


"Mas."


"Iya?"


"Kalau waktu itu saya tidak bilang sakit..."


Pak Omen langsung memotong.


"Jangan bicara begitu."


"Tapi..."


"Jangan."


Bu Nina menatap suaminya.


Pak Omen menarik napas.


"Ayah tidak mau membayangkan."


Bu Nina menunduk.


"Maaf."


Pak Omen menggenggam tangannya.


"Jangan minta maaf karena sakit."


"Tapi aku merepotkan semua orang."


Pak Omen tersenyum.


"Memangnya selama ini siapa yang paling banyak mengurus kita?"


Bu Nina diam.


"Kalau selama ini Ibu bisa mengurus kami semua ketika kami susah, masa ketika Ibu susah kami tidak boleh mengurus Ibu?"


Mata Bu Nina mulai berkaca-kaca.


Pak Omen melanjutkan:


"Jangan merasa menjadi beban hanya karena sekarang giliran kami yang menjaga."


Bu Nina mengusap matanya.


"Mas ini kalau ngomong kadang bagus juga."


Pak Omen tersenyum bangga.


"Kadang?"


Bu Nina tertawa.


"Jangan besar kepala."


Lihat selengkapnya