Ratna dan Wisnu Tamat

ismiati wardani
Chapter #8

Bab 8

Bab 8


Malam sudah larut ketika Wisnu sudah sampai di mansion-nya, tapi tidak terdengar suara berisik Raka yang bermain di ruang tamu atau menyambutnya, memeluknya seperti biasa. 

Apakah Raka ada di dalam kamar sekarang? Sungguh dia merasa bersalah membatasi ruang gerak Raka, tanpa sengaja semenjak kehadiran Ratna di rumah ini dia telah menyuruh Rani untuk mengurung putranya seharian di kamarnya. 

Dan dia sangat merindukan putranya yang sejak tadi pagi ia tidak jumapai. Tanpa sadar langkahnya menuju ke kamar Raka yang berada di lantai bawah. Dia sengaja menaruh Ratna di kamar atas agar terhindar dari melihat Raka.

Bunyi pintu yang dibuka membuat seorang bocah yang bermur sepuluh tahun yang sedang berkutat dengan buku dan ditemani seorang pelayan itu pun menoleh menatap Wisnu, seketika itu senyumnya mengembang di sudut bibirnya dan segera berlari ke arah Wisnu dengan antusias seperti biasa. 

"Ayah!!!" Teriak Raka menyerukan kegembiraannya dan langsung melompat ke arah Wisnu. Dengan sigap Wisnu langsung menangkap dan menggendong nya dengan kaki Raka yang melingkar di pinggang Wisnu. Raka adalah tipe anak yang sangat aktif dan suka di manja. Dengan diikuti seorang pengasuh di belakang Wisnu. Wisnu keluar dari kamar Raka menuju ke sebuah sofa panjang di di hadapannya.

"Bagaimana harimu di sekolah?" tanya Wisnu pada putranya. 

"Membosankan!" jawab Raka acuh cemberut.    

"Loh, kenpa?" tanya Wisnu menghibur sambil menurunkan putranya dari gendongannya dan meletakkan di sofa panjang berwarna cokelat di ruang tamu. Dengan cemberut Raka melipat kedua kakinya dan melipat kedua tangannya di depan dada, bertanda kalau putranya itu sedang kesal dan itu membuat Wisnu meringis yang sedang duduk di samping putranya. 

"Ayah mengurungku seharian di dalam kamar!" ucap putranya kesal sambil mengerucutkan bibirnya dan itu semakin terlihat menggemaskan bagi Wisnu.      

Dengan sayang Wisnu mengusap kepala putra nya mencoba meredam kekesalan putranya. "Maafkan Ayah," ucap Wisnu sambil meringis merasa bersalah. "Kau tahu tante-tante kemarin yang datang kemarin malam?" tanya Wisnu yang dibalas anggukan oleh sang anak, dengan membuang napas Wisnu melanjutkan ucapannya.  

Lihat selengkapnya