Bab 9
Wisnu melangkahkan kakinya menuju tangga bermaksud untuk mengganti baju kerjanya dengan baju yang lebih santai.
Saat langkahnya melewati sebuah kamar di lantai atas, langkahnya terhenti di depan pintu kamar tersebut, untuk sesaat ia menatap pintu tersebut. Ia membuang napas dengan kasar dan melanjutkan langkahnya kembali menuju kamarnya. Hatinya akan kembali buruk ketika mengingat tentang Ratna, apalagi setelah sekian lama Ratna kembali hadir dalam hidup nya dan itu sukses mengacau ketenangannya.
"Ku dengar, semalam saat ulang tahun pernikahan tuan dan nyonya, istri pertama dari tuan datang dan membuat keributan," ucap seorang pelayan tersebut bergosip.
"Sungguh memalukan, beraninya dia datang kembali setelah meninggalkan putra dan suaminya demi pria lain," jawab pelayan satunya.
Mereka tak menyadari bahwa ada sosok seorang wanita yang berdiri di belakang kedua pelayan itu dan mendengar perbincangan mereka.
"Ehem … ehem," ucap Rani berdehem.
Kedua pelayan itu pun berbalik dan terkejut melihat Rani. Bagaimanapun istri pertama dari tuannya adalah kakak dari nyonyanya. Dan ia mereka yakin sebagai seorang adik pasti ia tidak suka jika ada yang menjelek-jelekkan kakaknya.
Sadar akan ketakutan dua orang pelayan yang terpegok bergosip Rani mencoba menghilangkan rasa takut mereka dengan tidak membahas kejadian tadi.
"Tolong bantu aku untuk membawa makan malam."
"Baik Nyonya," ucap dua orang pelayan tersebut serempak.
Di meja makan Rani menyiapkan beberapa menu makan malam dibantu oleh dua orang pelayan, pandangannya sekilas melirik ke arah Wisnu yang sedang menonton televisi di atas sofa yang tadi mereka duduki.
"Kak mau kubuatkan kopi?" tanya Rani dari sebrang meja.