Bab 11
Ratna tiduran di atas ranjang dan memikikirkan beberapa kebenaran perihal pernikahan Rani dan Wisnu. Sudah berapa tahun mereka menikah? Kenapa mereka bisa menikah sedang statusnya masih menjadi istri Wisnu. Kenapa kakek mengizinnya? Pastinya kakek mengizinkannya mengingat kakek Wijaya lebih menyayangi Rani daripada dirinya.
Lalu dia teringat tentang Niky, tadi malam Niky meneleponnya sepanjang malam. Tapi karena dia sibuk dengan lukanya ia mengabaikan telepon dari Niky.
Ratna mencari ponselnya dan ketemu tertutupi bantal. Ratna melihat ponselnya yang mati karena kehabisan baterei, oleh sebab itu ia mencharger dan setelah itu ia akan menghubungi Niky.
Sambil menunggu ponselnya terisi penuh oleh daya, Ratna memilih tiduran di ranjang. Sungguh datang ke sini adalah kejadian paling menguras emosi sepanjang hidupnya. Mengetahui fakta pernikahan Wisnu dan Rani dan juga pertengkarannya dengan Wisnu semakin membuatnya lelah.
Matanya terpejam tidak dengan pikirannya yang mulai menggabungkan segala kejadian. Ia teringat akan perkataan Niky menjelang kepergianya.
"Bukan begitu. Maksudku, ini sudah 8 tahun sejak kau meninggal mereka. Tidak kah menurutmu Wisnu tidak akan semudah itu memaafkanmu dan menerimamu dengan tangan terbuka? Mengingat kau telah meninggalkan suami dan putramu selama delapan tahun. Dan … dan mungkin semua telah berubah? Aku tak akan pernah mencegahmu lagi karena sudah kucoba tapi hasilnya nihil dan tidak berhasil," ucap Niky yang sukses membuat Ratna mgalihkan pandangan ke arahnya.
"Maksumu? Kenapa kau berusaha mencegahku?" tanya Ratna, tak mengerti.
"Kau tak perlu mengerti apa yang kumaksud," ucap Niky sambil memandang Ratna dan meremas kedua tangannya. "Tapi berjanjilah, kau tidak akan pernah mundur dan berusaha mengambil apa yang menjadi hakmu," terlihat jelas kebingungan di wajah Ratna tapi Niky tak membiarkan Ratna bertanya dan langsung memeluk Ratna erat. Karena dia tidak tahu harus menjawab apa. Ketika sahabatnya bertanya, semuanya terasa sulit untuknya.
"Kau tahu? Kenyataan sebenarnya aku bukanlah sahabat yang baik. Aku tak pantas kau sebut sahabat, karena kenyataannya adalah kau penolongku, menyelamatkanku dari sebuah kesengsaraan dan ketidakberdayaan. Dan sejak itu aku telah bersumpah! Aku akan menjadi pelayanmu, setia padamu, tapi tahu kah kau? Aku tidak sebaik yang kau pikirkan.
Ratna tersentak dari ingatan sebelum keberangkatannya ke Jakarta. Sial! Kenapa ia sebodoh itu tidak menyadari arti dari kata-kata Niky isyarat akan kehancurannya.
Ya ia sekarang tahu alasan Niki selalu melarangnya pulang ke Indonesia karena ia tak ingin dirinya terluka oleh kenyataan yang ada, bahwa semua nya tak lagi sama seperti dulu. Tapi sejak kapan Niky mengetahui tentang kebenaran Wisnu dan Rani. Ratna melihat ponselnya yang baru terisi sepuluh persen dan dia langsung menghidupkan ponselnya.
Ia mencari kontak Niky dan segera menghubunginya. Tapi sudah dua kali telepon tetap tidak ada yang jawaban.
Ke mana Niki? Ah mungkin sedang bekerja. Tapi ia tak menyerah hingga ia tak tahu di dering yang keberapa Niky baru mengangkatnya.
"Hallo Niky," ucap Ratna.
"Hallo Ratna apa kau baik-baik saja?" nada Niky terdengar cemas.
Ratna tidak menjawab, memilih bertanya pada Niky. "Sejak kapan kau tahu tentang pernikahan Wisnu dan Rani?"
Jeda lama mungkin Niky mengumpulkan keberanian untuk menjawab pertanyaan Ratna. "Kau sudah berjanji bahwa kau tak akan mundur dan mengambil hakmu kembali," ucap Niky yang membuat Ratna marah karena tidak kunjung mendapat jawaban.
"Itu bukan jawaban tapi sebuah pernyataan. Dan satu lagi jika kau sudah tahu pernikahan Wisnu dan Rani kenapa kau tidak mengatakannya malah berbelit-belit menyuruhku mengambil hakku kembali, sedang kenyataannya adalah aku tak punya hak apa pun atas Wisnu sekarang!!!" Teriak Ratna menyalurkan segala amarahnya pada Niky.
Ia tak menyangka sahabatnya menyembunyikan hal sebesar itu pada dirinya. Mungkin akan terdengar menyakitkan tapi tidak sesakit ketika kau mendengar dari orang lain atau melihatnya langsung. Jika Niky mengatakan dari awal mungkin dia akan menyiapkan hatinya dan segala kemungkinan terburuk. Tidak seperti sekarang ia mengetahui fakta tersebut di depan matanya langsung, terlebih lagi sahabatnya telah menyembunyikan darinya.
Walau sudut hatinya tidak membenarkan pernikahan Wisnu dan Rani karena faktanya mereka belum bercerai. Tapi sudut hatinya yang lain membenarkan kemungkinan ia telah diceraikan oleh Wisnu, mengingat Wisnu tak pernah menafkahinya selama 8 tahun.
Pikiran Ratna terhenti mendendengar jawaban dari Niky. "Aku tahu kau kehilangan hakmu. Dan orang yang mengambil hakmu adalah aku," ucap Niky menangis karena terdengar jelas.
"Apa maksudmu?" tanya Ratna tak mengerti akan perkataan Niky. apa ada hal lagi yang ia sembunyikan darinya.
"Kau pasti bingung kenapa ada pernikahan antara Wisnu dan Rani sedang yang kau tahu Wisnu dan kau belum pernah bercerai, dan Rani adalah adik sepupumu., tidak mungkin Wisnu melakukan poligami pada kalian berdua," ucap Niki yang sudah mulai tenang tidak terdengar tangisan-nya.
"Iya beri aku jawaban agar aku bisa mengerti tentang kenyataan ini," ucap Ratna merasa lelah karena terlalu banyak kejutan ketika sampai di kota ini. Dan ia menyiapkan hatinya ketika akan mendengar kejutan lagi. Sebuah jawaban atas pertanyaannya.
"Mereka menikah tiga tahun lalu," ucap Niki menjelaskan.