Bab 14
Setelah kepergian Rani, Ratna langsung terduduk di lantai dengan air mata yang mengalir di pipinya. Mungkin dia bisa membalas kata-kata Rani dengan hal yang lebih menyakitkan, tapi dia tak bisa membalas kata-kata Rani perihal Wisnu yang melamar Rani duluan. Dia mengira Wisnu mencintainya dan bersedia menunggunya hingga kapan pun, mengingat Kisah Cinta mereka dari mulai mereka SMA sampai mereka menikah selama 9 tahun.
Mungkin tidak akan semenyakitkan ini jika kakek Wijaya yang memaksa Wisnu menikah dengan Rani atau Rani yang menggoda Wisnu. Nyatanya Wisnu yang melamar Rani duluan. Dia merasa percaya diri bahwa Wisnu akan setia menunggu dan menyambutnya kembali. Ternyata kenyataan ini yang ditemuinya. Ratna tak menyangka akhir dari kisah nya dengan Wisnu akan seperti ini. Ratna sangat mencitai Wisnu, tapi takdir malah merenggut Wisnu darinya. Bukan hanya Wisnu saja, tapi takdir juga merenggut putranya.
Ratna langsung menghapus air mata yang mengalir di pipinya dan berdiri. Dengan gontai Ratna berjalan menuju tangga melangkah pergi ke arah kamarnya. Ratna merebahkan badannya di atas ranjang dengan air mata yang mengalir. Untuk kesekian kalinya ia menangis. Ia merasa lelah, sangat lelah. Tidak ada henti-hentinya kejutan yang menyentaknya. Terlebih lagi kejutan itu sangat menyakitkan. Tanpa terasa ia tertidur dan terbang ke alam mimpi.
Sorenya Ratna terbangun disebabkan suara ketukan pintu yang berasal dari luar kamarnya. Ratna duduk sambil mentap jam dinding yang menunjukkan angka lima sore, ternyata dia tertidur selama itu. Tangannya terulur meraba permukaan lehernya. Hangat, ternyata ia belum sepenuhnya sembuh. Ah iya, iya lupa meminum obatnya. Ratna turun dari ranjang dan membuka pintu. Dilihatnya seorang pelayan berdiri di hadapannya.
"Ada apa?" tanya Ratna.
"Tuan Wijaya memanggil Anda ke kamarnya," ucap pelayan di hadapannya.
"Baik, aku akan mandi dulu dan setelah itu aku akan turun ke bawah," jawab Ratna.
Setelah kepergian pelayan tersebut Ratna langsung mengambil handuk yang berwarna di lemari dan menuju ke kamar mandi.
Ini seperti dejavu dulu tiap kali ia bertengkar dengan Rani entah itu siapa yang salah Rani akan mengadu pada kakek Wijaya. Dan setelah itu ia akan menemukan seorang pelayan mengetuk kamarnya dan memerintahkannya untuk menemui kakek Wijaya. Sesampainya di sana kakek akan memarahinya dan menyalahkannya. Awalnya Ratna tidak terima karena kakek Wijaya yang pilih kasih, tapi lama kelamaan ia mulai terbiasa dan muncullah Wisnu yang menjadi pusat dunianya.