Ratna dan Wisnu Tamat

ismiati wardani
Chapter #15

Bab 15

Bab 15


Ratna berdiri dan menghspus air mata di kedua pipinya. Dia akan ke tempat Raka. Ia tidak melihat Rani di sekitar Raka, syukurlah ia tidak perlu khawatir karena Rani pasti akan melapor ke Wisnu. Ratna akan membuka handel pintu kamar Raka. Tapi dihentikan oleh seorang pelayan yang muncul dari arah belakang membawa cemilan. 

"Maafkan saya Nona, tapi Anda dilarang memasuki kamar den Raka," ucap pelayan tersebut. 

Perkataan sang pelayan tak membuat Ratna menyerah dan putus asa. "Aku ibu kandungnya, aku ingin bertemu dengan putraku," ucap Ratna dengan memelankan suaranya. takut di dengar oleh putranya.  

"Maaf Nona, tapi ini perintah tuan Wisnu," ucap pelayan tersebut. Di tengah perdebatan antara pelayan dan Ratna. Muncul Rani dari arah belakang menengahi perdebatan mereka.

"Biarkan dia masuk, tapi hanya lima menit saja. Dan ingat seperti perintah Wisnu kau harus menyembunyikan identitasmu sebagai ibu kandung dari Raka," ucap Rani yang membuat Ratna gembira.                            

"Terima kasih," ucap Ratna tulus. Walau Rani bagi Ratna adalah musuh dalam selimut, tapi bagaimanapun mereka adalah sepupu dan masih ada kebaikan di hati Rani. Buktinya dia yang menyuruh pelayan untuk memberikannya obat dan sekarang Rani mengizinkannya bertemu dengan Raka. 

Sedangkan Rani yang mendengar ucapan Ratna hanya mengangguk dan pergi dari sana, di dalam cerita ini memang dia pemeran jahatnya. Tapi bagaimanapun dia pernah menjadi seorang ibu, ia pernah merasakan kehilangan seorang anak yang belum lahir. Jadi walau ia mengatakan pada Ratna bahwa dia adalah ibu dari Raka, tidak ada niatan bagi Rani untuk memisahkan Raka dari ibu kandungnya. Walau tadi Raka bercerita bahwa Ratna ke sekolahnya, tapi Rani memilih tidak mengadu pada Wisnu dan menyuruh Raka untuk tidak bercerita pada ayahnya. Karena sejahat apa pun dirinya dia tidak setega itu untuk memisahkan seorang ibu kandung dari anak kandungnya. 

Setelah kepergian Rani, pelayan itu pun langsung membukakan pintu untuk Ratna. Terlihat Raka yang duduk membelakanginya dengan bermain mobil-mobilan. Ratna tersenyum, dia ingat telah memberikan mainanan robot-robotan dan baju yang kini berada di dalam kopernya. Bahkan ia tidak tahu apa mainan dan warna kesukaan putranya. Tapi melihat kamarnya dipenuhi warna biru ia tahu sekarang bahwa warna biru adalah kesukaannya. Ia merasa miris dan bersalah karena banyak momen berharga yang ia lewatkan tanpa kehadiran putranya. 

Ratna berjongkok di belakang Raka yang saat ini sedang bermin mobil-mobilan. Sedangkan pengasuhnya memilih diam karena memegang cemilan tersebut.

"Hai…" sapa Ratna ramah membuat Raka yang sedang fokus dengan mainannya menoleh sekilas ke arah Ratna dan kembali fokus terhadap mainannya. Dia tidak suka dengan Ratna. Terbukti dengan tidak menghiraukan kehadiran Ratna dan lebih memilih mainannya. 

"Aku bisa bermain bersamamu?" tanya Ratna dengan senyum di bibirnya.

"Kenapa kau kemari?" tanya Raka tak suka. "Tadi siang kau juga ke sekolahku. Aku tidak suka padamu!" ucap Raka sambil merenggut tak suka. Dia merasa terusik akan kehadiran Ratna.

Ratna yang mendengar itu hanya membalasnya dengan senyuman. Tak apa, aku akan mendekati Raka pelan-pelan. "Aku ini Tantemu jadi wajar kalau seorang Tante ingin bertemu keponakannya," jawab Ratna sambil mengacak rambut Raka. Ah betapa momen ini yang sangat ia rindukan, kapan terakhir kali ia melakukan hal ini? Mungkin ketika Raka masih bayi, atau ketika Raka sudah bisa berjalan? Ia suka mengelus kepalanya.

Lihat selengkapnya