Bab 20
Seminggu kemudian semua anggota keluarga bersiap-siap untuk acara pertemuan antara keluarga Wijaya dan keluarga Renaldi. Mereka semua bersiap-siap pergi ke restoran yang cukup tetkenal di Jakarta.
Ratna menatap dirinya di cermin yang memakai gaun berwarna biru dengan rambut yang dicepol tinggi memperlihatkan leher jenjangnya. Ratna merias wajahnya senatural mungkin. Hatiku mulai bergejolak. Apakah keputusan yang aku ambil telah benar? tanya Ratna dalam hati.
Ingatannya kembali pada perkataan Wisnu. Iya benar. Aku mencintai Rani. Dan tak ada cinta sedikit yang tersisa di hatiku untukmu. Ketika mengingat perkataan Wisnu hatinya kembali sakit. Ratna menghelang napas lalu turun ke bawah. Di sana sudah ada kakek Wijaya dan Raka yang menunggu. Tinggalah Rani dan juga Wisnu yang belum turun ke bawah.
"Hai Raka," sapa Ratna pada Raka dan duduk di sebalah Raka di sofa panjang.
Raka menggunakan baju berwarna biru dan celana panjang. Raka hanya diam dan tidak menjawab sapaan dari Ratna, Ratna tidak menyerah dan terus menjejali Raka dengan pertanyaan-pertanyaan. "Bagaimana keadaanmu, kau sudah mulai masuk sekolah lagi?" tanya Ratna tapi Raka kembali diam dan tidak menjawab. Selama seminggu ketika Raka sakit Raka selalu acuh kekita Ratna merawatnya. Tapi tidak menolaknya karena nasehat dari Rani.
Melihat Raka yang tidak menjawab dan tekesan acuh Ratna tidak marah, sungguh, Ratna memaklumi sikap Raka yang cuek terhadapnya. Lalu pandangannya melihat Wisnu yang turun dari tangga dengan Rani yang mengekor di belakangnya. Wisnu menggunakan jas berwarna hitam sedangkan Rani menggunakan gaun berwarna biru laut.
Rani dan Wisnu menghampiri kakek Wijaya dan juga Ratna. Untuk sesaat Wisnu melihat penampilan Ratna dan dia tidak memungkiri kalau Ratna sangat cantik malam ini. Wisnu menghampiri Raka dan duduk di samping Raka.
"Hai jagoan," sapa Wisnu pada Raka dan untuk kesekian kalinya mengecek dahi Raka.
"Ayah kita mau ke mana?" tanya Raka pada Wisnu dan Raka langsung duduk di pangkuan Wisnu. Tentu saja kedekatan ayah dan anak tersebut tidak terlepas dari Ratna dan Rani. Bagi Rani yang selama delapan tahun bersama mereka sudah biasa melihat momen seperti itu. Lain halnya dengan Ratna yang jarang melihat kedekatan mereka karena jarang berkumpul bersama mereka.
"Kita akan bertemu teman Ayah," jawab Wisnu. "Bagaimana keadaannya?" tanya Wisnu pada Rani yang berada di sampingnya.
"Keadaannya baik, besok Raka sudah mulai sekolah."
"Syukurlah kalau begitu."
"Ayo kita berangkat," ucap Wijaya pada ketiga orang tersebut. "Ratna, kau pergi bersamaku," ucap kakek Wijaya dan Ratna menggangguk sebagai jawaban