Ratna dan Wisnu Tamat

ismiati wardani
Chapter #21

Bab 21

Bab 21


Sudah tiga hari Wisnu tidak melihat Ratna dan sudah tiga hari pula Ratna tidak pulang ke rumah, ada sebuah perasaan khawatir sekaligus rindu yang berada di hati Wisnu dan menjadi sebuah rahasia untuk dirinya sendiri. Semua orang tidak boleh tahu kalau Wisnu mengkhawatirkan sekaligus merindukan Ratna, dan biarlah ini semua menjadi sebuah rahasia.

Di sini lah ia sekarang berada di sebuah vila keluarga Wijaya. Vila yang biasa ditempati oleh Ratna dan juga Wisnu dulu ketika masih remaja dan ketika mereka masih menikah. Wisnu ke sini atas perintah kakek Wijaya untuk menjemput Ratna pulang.

Mobil yang ditumpangi Wisnu memasuki sebuah halaman setelah sebelumnya ia berbicara pada sang satpam yang menjaga vila tersebut. Wisnu keluar dari mobil dan di lihatnya bik Mirna seorang penjaga vila sedang menyapu halaman. Wisnu menghampiri bik Mirna.

"Assalamualaikum Bok," ucap Wisnu.

"Eh, Pak Wisnu," jawab Mirna kaget melihat majikannya. 

"Ratna ada di dalam Bok?" tanya Wisnu.         

"Nyonya Ratna ada di dalam Pak, sudah bertahun-tahun Pak Wisnu tidak kemari, terakhir kemari Pak Wisnu kalau tidak salah lima tahun yang lalu untuk mencari nyonya Ratna."

"Iya Bok, Wisnu sedang sibuk dengan urusan kantor jadinya Wisnu tidak kemari, sekarang Wisnu ingin menjemput Ratna," ucap Wisnu berbohong. Padahal ia tidak kemari karena ia tak ingin memingangat Ratna. Vila ini menjadi saksi bisu kenangan tentang dirinya dan Ratna. 

Mirna tersenyum seperti biasa menggoda Wisnu. "Eh Pak Wisnu sedang ingin menjemput istri yang lagi marah yah?"

"Dia bukan istri saya lagi Bok, kami sudah berpisah lima tahun yang lalu."

Mirna tekerjut dan merasa kecewa atas pengakuan Wisnu. "Jadi itu alasannya Pak Wisnu tidak pernah kemari?" tanya Mirna.

"Iya betul Bok," jawab Wisnu kemudian berpamitan dan melangkahkan kakinya menuju pintu di hadapannya, dia coba membuka pintunya ternyata tidak di kunci. 

Ceroboh seperti biasa. Bagaimana jika orang asing masuk? Pikir Wisnu. Terlihat vilanya sama seperti sebelumnya tidak berubah sedikitpun termasuk dengan prabotan di vila ini. Foto-foto yang berada di dinding terlihat Wisnu dan Ratna ketika mengenakan seragam putih abu-abu. 

Lalu sebelahnya foto dengan ukuran besar yang memperlihatkan foto dirinya dan juga Ratna yang menggendong Raka ketika masih bayi, yang paling banyak adalah foto-foto ketika masih SMA yang bertebaran di dinding. Foto-foto tersebut mengingatkannya tentang sebuah masa lalu ingatannya ketika masih SMA ketika mereka bersetatus tunangan.

Wisnu mencari Ratna di seluruh penjuru ruangan, tapi Wisnu tidak menemukan Ratna, langkahnya terhenti di sebuah pintu kamarnya, tapatnya kamar mereka dulu. Wisnu membukanya yang seperti biasa tidak terkunci. Wisnu melihat Ratna yang sedang tertidur. Langkahnya pelan, dari jarak sedekat ini Wisnu bisa melihat Ratna yang tertidur pulas. Kenapa Ratna tidur sesore ini? tanya Wisnu dalam hati.                 Wisnu memegang pundak Ratna dan membangunkannya. 

"Ratna bangun, sudah sore," ucap Wisnu membangunkan Ratna.

Terlihat Ratna yang langsung membuka matanya dan terlihat syok melihat Wisnu, Ratna langsung terduduk. "Kau, kenapa bisa berada di sini?" 

"Aku disuruh oleh kakek Wijaya untuk menjemput mu pulang." 

"Kenapa harus dijemput? Aku bisa pulang sendiri," ucap Ratna kesal. Ia tak mengerti tentang kakek Wijaya, ia menyuruhnya untuk menjahui Wisnu dan tidak mengusik rumah tangganya. Tapi kakek malah menyuruh Wisnu untuk menjemputnya.

"Aku hanya menjalankan perintahnya," ucap Wisnu menjawab pertanyaan Ratna. "Bersiap-siap lah aku tunggu di luar."

"Pulang lah sendiri, aku sedang ingin sendiri,"     

"Sudah tiga hari dan sudah cukup waktumu untuk sendiri." 

"Kau tak bisa memaksaku Wisnu!" ucap Ratna marah. Ia marah pada Wisnu yang berubah menjadi pemaksa dan tak mau mengalah. 

Wisnu yang awalnya berdiri kini duduk di samping Ratna. Jarak mereka begitu dekat hingga membuat jantung Ratna berdetak cepat. "Mandi lah, bersihkan tubuhmu, aku tunggu kau di luar," ucap Wisnu dan melangkah pergi meninggalkan Ratna sendirian di kamar tersebut. 

Setelah kepergian Wisnu Ratna langsung memegang dadanya yang berdetak cepat, dia tak menyangka berdekatan dengan Wisnu sedekat ini tidak baik untuk jantungnya.

Ratna lansung mengambil handuk di lemari dan melangkah kakinya menuju kamar mandi. 

***

Wisnu sedang membuat teh di meja dapur, setelah selesai Wisnu langsung melangkahkan kakinya menuju balkon, kamar Ratna. di luar tiba-tiba hujan sangat deras membuat Wisnu mundur dan duduk di kursi dengan sebuah cangkir hangat di tangannya.  

Setengah jam kemudian Ratna datang menghampiri Wisnu dan duduk di samping Wisnu mengenakan kaos putih dan rok selutut. Bau parfum Ratna membuat Wisnu betah untuk menghirupnya dalam diam.

"Aku pikir kau akan membuatkan satu untukku," ucap Ratna menunjuk cangkir yang berada di tangan Wisnu. 

"Itu dulu, ketika aku masih menjadi suamimu," ucap Wisnu menjawab spontan tidak sadar jawabannya membuat hati Ratna terluka.

Lihat selengkapnya