Ratna dan Wisnu Tamat

ismiati wardani
Chapter #24

Bab 24

Bab 24


Flashback On

Sudah satu bulan dirinya berteman dengan Wisnu. Entah kenapa perasaannya pada Wisnu kini berubah hal yang lain. Debaran di hatinya kian menggila ketika berdekatan dengan Wisnu. 

"Ratna sayang, cinta itu datangnya tiba-tiba lo enggak tahu kan kapan cinta itu datang, bisa saja besok atau besok lusa lo bakal jatuh cinta sama si Wisnu itu." Entah kenapa perkataan Sisil selalu terngiang-ngiang di telinganya. 

Sudah satu bulan Wisnu dan Ratna berteman dan entah kenapa makin lam jantungnya makin berdebar ketika berdekatan dengan Wisnu. Setiap sore Wisnu mengantarnya pulang sekolah. Seperti saat ini Ratna sedang menaiki sepeda motor Wisnu dengan tangan yang melingkar di perut Wisnu.

Setelah sampai dan ketika Wisnu akan pulang. Ratna memegang bajunya. "Aku ingin mengatakan sesuatu," ucap Ratna sambil menunduk malu.

"Oh ya, katakan lah," ucap Wisnu berdiri di hadapan Ratna dengan menatap Ratna lekat. Tidak biasanya sahabatnya itu terlihat gugup. Entah kenapa mendengar suara Wisnu ia jadi sangat gugup, ia belum punya keberanian untuk mengatakannya untuk sekarang. 

"Enggak jadi deh besok aja di sekolah," ucap Ratna sambil memberanikan diri menatap Wisnu.

"Oke gue tunggu lo besok," ucap Wisnu sambil mengacak rambut Ratna dan kemudian berpamitan. Dulu dia tidak suka orang yang menyentuh tubuhnya apalagi mengacak rambutnya, tapi dengan Wisnu entah kenapa tangan itu begitu pas dan hangat ketika menyentuhnya. Ratna tersenyum menatap motor yang melaju meninggalkan rumahnya. Besok dia akan mengumumkan pada semua orang betapa ia mencintai Wisnu.

***

Ke esokan paginya Ratna mendatangi kelas Wisnu. Saat itu kelas sudah ramai karena bel sekolah akan berbunyi. Niat hati ia ingin datang agak pagian agar tidak banyak orang di kelas Wisnu. Tapi semuanya berakhir karena Ratna yang bangun kesiangan. Di depan semua murid tepatnya di depan kelas Wisnu Ratna mengungkapkan perasaannya dengan Wisnu yang berdiri di hadapannya menatap bingung.    

"Gue … gue suka sama lo, maukah lo jadi pacar gue?" ungkap Ratna sambil menunduk malu. Wisnu yang mendengar itu tekerjut akan ungkapan perasaan Ratna yang telah di anggap sahabatnya.

Semua murid berteriak "Terima … terima … terima." Semua murid berdatangan menonton Ratna yang mengungkapkan perasaannya pada Wisnu. 

Wisnu menatap Ratna dengan tatapan yang sulit di artikan. Wisnu memegang dagu Ratna dan mengarahkan terhadapnya. " Tatap mata gue, dan katakanlah sekali lagi."                                           

Ratna menatap Wisnu dan berusaha mengumpulkan keberaniaannya. "Gue suka sama lo, gue cinta sama lo, gue sayang sama lo, gue gak tahu perasaan gue sejak kapan tumbuh, tapi yang jelas jantung gue berdetak dengan cepat ketika di samping lo."              

"Maaf," ucap Wisnu.                           

"Maaf?" ulang Ratna tak mengerti.                  

"Gue belum cinta sama lo," ucap Wisnu yang membuat semua murid kecewa dan bersorak termasuk Ratna yang yang merasa kecewa dan malu karena ditolak di depan umum. Kemudian Ratna menangis dan berlari ke kamar mandi. Ketika sampai di kamar mandi ia mengunci pintunya. Dia merasa sangat malu pada seluruh murid yang menontonnya tadi. Sekaligus kecewa karena penolakan yang dilakukan Wisnu. 

Bukankah seharusnya Wisnu berpura-pura menerima-nya di depan umum? Dia tak bisa menyalahkan Wisnu sepenuhnya karena semua itu adalah salahnya. Dia terlalu percaya diri bahwa cintanya akan terbalas. Dan lihatlah sekarang dirinya, hatinya merasa malu sekaligus kecewa.

"Bodohnya aku!" ucap Ratna pada dirinya sendiri dan menghapus air matanya.

***

Sudah satu minggu Ratna tidak masuk sekolah, dan Wisnu merasa bersalah untuk itu. Tiap pagi ia pergi ke kelas Ratna dan bertanya tentang keberadaan Ratna tapi jawaban yang sama ia terima bahwa Ratna sakit dan tidak masuk sekolah, membuat Wisnu sangat merasa bersalah. Apakah sampai segitunya penolakan yang dilakukan Wisnu? hingga membuatnya sakit?

Setelah pulang sekolah Wisnu langsung membelokkan motornya ke rumah Ratna, ada perasaan rindu terhadap Ratna sekaligus khawatir, sesampainya di depan gerbang Wisnu langsung bicara pada sang satpam yang kebetulan sudah mengenalnya. Setelah berbicara pada sang satpam Wisnu langsung langsung mengetuk pintunya dan muncullah seorang wanita muda yang membukakan pintu.                              

"Ratnanya ada?" tanya Wisnu.                        

Lihat selengkapnya