Bab 25
Dua minggu kemudian tiba lah hari pertunangan antara Ratna dan Bisma. Ada yang aneh dengan Bisma. Bisma terlihat antusias menerima perjodohan ini, tapi setelah Ratna memberi jawaban atas perjodohan ini, Bisma tak pernah menghubunginya atau pun mengirim pesan padanya. Begitupun dengan Ratna. Kadang Ratna berpikir hubungan apa yang terjalin antaranya dirinya dan Bisma. Berbeda dengan Wisnu dulu selalu menghubunginya atau mengirim pesan. Entahlah ia tak mengerti dengan Bisma.
Ratna memegang ponselnya ia menimbang apakah memberitahu Niky atau tidak prihal ia yang akan menikah dengan Bisma. Tapi mengingat Niky adalah salah satu orang terpenting di hidupnya dan orang yang melukainya entah dengan alasan apa, Ratna pun memutuskan memberitahu Niky prihal pernikahannya dengan Bisma.
Ratna
Niky. Aku akan menikah kembali
Lalu dering suara ponsel terdengar dan Ratna pun mengangkatnya. Ini pertama kalinya ia berbicara dengan Niky setelah pengakuan Niky perihal perceraiannya dengan Wisnu.
"Hallo." Sapa Ratna.
"Kau akan menikah? Menikah dengan Wisnu kembali?" tanya Niky antusias terlihat senang.
"Ya aku akan menikah, tapi bukan dengan Wisnu melainkan dengan orang lain. Nanti malam adalah acara pertunanganku. Dan satu bulan lagi hari pernikahanku. Aku harap kau datang, dan selamat kau sukses menghancurkan masa depanku dengan Wisnu," Ucap Ratna di sebrang telepon lalu mematikan sambungan secara sepihak.
Kata terakhirnya memang menyakitkan untuk di dengar tapi itu adalah sebuah kebenaran, ia merasa bodoh, setelah dikhianati ia masih tetap percaya pada sahabat dan tetap menganggap bahwa Niky sebagai salah satu orang terpenting bagi hidupnya. Ratna menghelang napas tak mempedulikan ponsel yang terus berdering tanda Niky meneleponnya kembali. Di bawah sangat ramai, pesta pertunangan diadakan di rumah ini. Rani lah yang membantu mengurus semua. Ia memilih tak peduli pada pestanya. Ratna pun membaringkan tubuh dan menutup tubuhnya dengan selimut. Mumpung hari ini ia mengambil cuti ia akan menghabiskan waktunya untuk tidur.
***
Malamnya pertunangan dilakukan dengan meriah, terlihat Ratna yang memakai gaun berwarna merah dengan punggung yang terbuka menampulkan kesan sexy. Mereka berdua bertukar cincin, terlihat semua tamu yang bertepuk tangan. Tak terkecuali Wisnu yang menatap mereka dengan sendu. Dulu saat pertama kali ia melamar Ratna di sekolah ia lakukan dengan sangat sederhana tidak diadakan semewah ini. Wisnu menatap Ratna dan Bisma dengan perasaan sakit.
Bukan kah ini yang ia inginkan? Tapi kenapa ia tidak rela? Ratna telah memberikan kesempatan terakhir untuk menghentikannya tapi ia menolak. Tapi entah kenapa walau terasa sakit dan tidak rela. Ia tak pernah menyesal karena ini yang terbaik bagi semua orang.
"Ayo kita menghamipri mereka," ucap Rani menyadarkan Wisnu dari lamunan.
"Ah ya," jawab Wisnu kemudian berjalan beriringan dengan Rani menghampiri Ratna dan Bisma.
Ketika sampai di hadapan Ratna dan Bisma. Kedua mantan itu saling pandang.
"Selamat," ucap Rani pada Ratna.
"Terima kasih," ucap Ratna tersenyum palsu lalu berbisik di telinga Rani. "Kau pasti senang akhirnya keinginan terbesarmu terkabul."
"Sebagai adik aku merasa senang karena kau mendapatkan tunangan seperti Bisma. Yang tampan juga mapan," jawab Rani membalas perkataan Ratna dengan suara yang bisa di dengar Bisma dan Wisnu. Membuat Ratna geram karena pujian yang Rani katakan adalah kemunafikan menurut Ratna.
"Aku akan ke sana ke tempat Raka," ucap Rani pada Wisnu melihat Raka yang bermain dengan teman sebayanya. Dan Wisnu pun mengangguk. Setelah kepergian Rani kini giliran Wisnu yang memberi selamat. "Kuucapkan selamat untuk kalian," ucap Wisnu menatap Ratna yang tak pernah lepas sedari tadi.
"Terima kasih," jawab Bisma dan menatap Ratna dan Wisnu yang merasakan kejanggalan dalam hubungan mereka.
"Sama-sama," jawab Wisnu kemudian pergi meninggalkan pasangan tersebut tanpa berbicara lagi.
Ratna menatap punggung Wisnu yang kian menjauh lalu di lihatnya Wisnu pergi ke tempat Rani dam Raka berada.
"Boleh aku bertanya?" tanya Bisma.
"Tanya lah."
"Aku lihat kau, Wisnu, dan juga Rani. Ada kejanggalan dalam hubungan kalian?"
"Maksudmu?" tanya Ratna.
"Seperti terjadi cinta segitiga diantara kalian," ucap Bisma jujur dengan pemikirannya.