Bab 32
Seorang dokter memeriksa keadaan Ratna.
"Gimana keadaannya Dok?" tanya Wisnu.
"Dia hanya demam biasa mungkin terlalu capek," ucap dokter tersebut pada Wisnu.
Sepeninggal sang dokter, Wisnu duduk di samping Ratna. Wisnu memegang tangan Ratna, tatapannya terjatuh pada wajah pucatnya. "Maafkan aku Ratna," ucap Wisnu.
Wisnu meninggalkan Ratna mengambil bak air dan handuk kecil, ketika sampai di dapur Wisnu melihat Niky.
"Bagaimana keadaannya?" tanya Niky.
"Ratna demam."
"Biar aku saja yang merawat."
"Tidak, kau temani Raka saja dan antar dia ke sekolah."
"Baiklah."
Sepenimggal Niky, Wisnu mengambil baskom air dan sebuah handuk kecil untuk mengompres, tapi langkahnya terhenti ketika sampai di ambang pintu.
"Biar aku saja," ucap Rani dan berusaha mengambil baskom air dari tangan Wisnu.
"Tidak biar aku saja kau cukup memasak di dapur dan menyiapkan sup untuk Ratna," ucap Wisnu melewati Rani.
Tapi setelah sampai di pertengahan lamgkah Wisnu terhenti oleh suara Rani. "Kenapa kau selalu seperti ini. Kau suamiku tubuhmu memang milikku tapi kenapa tidak dengan hatimu. Dulu sebelum Ratna datang kau sudah berjanji akan memulai dari awal dan belajar menerimaku. Tapi kenapa sekarang setelah Ratna datang kau semakin menjauh dariku? Dulu aku berpikir tak apa kau tidak mencintaiku asalkan kau tetap berada di sisiku. Tapi sekarang kau semakin jauh dariku."
"Maaf," hanya kata itu yang keluar dari mulut Wisnu. "Maafkan aku yang selalu menyakiti hatimu tanpa aku sadari, tanpa sadar aku egois. Dulu hingga sekarang aku mencintai Ratna," ucap Wisnu menatap Rani.
Tidak ada kata yang keluar dari mulut Rani. Hanya tatapan terluka yang terpancar di wajahnya setelah itu Rani langsung pergi dari hadapan Wisnu.