Bab 33
Ratna mengantar Niky ke bandara.
"Aku pasti akan merindukanmu," ucap Niky sambil memeluk Ratna.
Ratna melepas pelukannya. "Titip salam pada keluargamu."
"Baik dia pasti merindukanmu. Dah," ucap Niky sambil melambaikan tangannya.
Ratna membalas lambaian tangan Niky setetes air mata turun membasahi pipi Ratna dan ia langsung menghapusnya. "Terima kasih Niky."
***
Tiga bulan kemudian Ratna sedang berlari di lorong rumah sakit menghampiri Wisnu.
"Bagaimana keadaan Raka?"
"Kondisinya membaik operasinya berjalan lancar dan telah di pindahkan ke ruang biasa."
"Syukurlah," ucap Ratna sambil menitikan air mata.
"Aku mohon jangan menangis," ucap Wisnu menghapus air mata Ratna dan memeluknya. "Semua akan baik-baik saja."
"Pak Tarno bagaimana keadaannya?"
"Dia baik-baik saja dan juga sudah dipindahkan ke ruang inap."
"Aku tidak menyangka kecelakaan itu terjadi menimpa Raka dan pak Tarno."
"Polisi bilang mobil yang di kendarai pak Tarno remnya blong, jangan banyak pikir yang terpenting putra kita selamat."
"Kau benar. Tapi aku rasa ada yg menjanggal dalam hal ini. Rani di mana?" tanya Ratna.
"Dia sedang menemani Raka."
"Antar aku ke sana," ucap Ratna.
Ratna dan Wisnu berjalan di lorong rumah sakit, sesampainya di sana Wisnu membuka pintu dan nampaklah Rani yang sedang menunggu Raka.