Ratna dan Wisnu Tamat

ismiati wardani
Chapter #34

Bab 34

Bab 34


Malamnya Ratna menuju apotek di rumah sakit tersebut untuk menebus obat. Antrean yang sangat panjang membuat Ratna bosan menunggu di kursi, tiba-tiba seorang pria berkaca mata duduk di samping Ratna dan Ratna menolehkan kepalanya menuju pria tersebut.

Ratna terkejut. "Amar bukan?" tanya Ratna.

Pria tersebut menolehkan kepalanya menuju Ratna. "Ratna?" sapa Amar terkejut. "Aku tidak menyangka kita bisa bertemu di sini setelah sekian tahun."

"Kau sedang apa di sini?" tanya Ratna.

"Aku sedang menebus obat putraku."

"Oh kau sudah menikah dan punya anak? Ngomong-ngomong di mana istrimu?"

"Dia sudah meninggal ketika Radit berumur 6 tahun."

"Maafkan aku."

"Kalau kamu bagaimana hubunganmu dengan Wisnu aku dengar kalian sudah menikah."

"Kami sudah berpisah."

"Maafkan aku," ucap Amar.

"Tak apa, setidaknya kita bisa berbagi kisah," ucap Ratna tersenyum membuat Amar yang melihat itu pun tersenyum.

"Ini kartu namaku," ucap Amar menyerahkan kartu namanya. "Mungkin kita bisa ngopi di cafe dengan bernostalgia cinta pertamaku," ucap Amar sambil tersenyum.

"Kau ini masih bisa menggodaku."

"Hahaha aku ingat waktu SMA dulu aku mengatakan mencintaimu dan berakhir dipukulan Wisnu."

"Kau dulu juga begitu nekat sudah tahu aku ini tunangan Wisnu masih saja mengungkapkan perasaanmu," ucap Ratna

"Ya dulu aku begitu mencintaimu seorang cowok yang cupu diam, mengagumi seorang. Dari rasa kagum berubah kerasa suka. Dari rasa suka berbah kerasa cinta," ucap Amar sambil menaikkan sebelah alisnya. "Bagaimana?"

"Kau ini Amar masih bisa menggodaku."

"Dan ngomong-ngomong lagi aku dengar cinta pertama sulit dilupakan lho," ucap Amar sambil tertawa dan Ratna pun ikut tertawa.

"Atas nama Ratna," ucap seorang pegawai.

Lihat selengkapnya