Ratna dan Wisnu Tamat

ismiati wardani
Chapter #35

Bab 35

Bab 35


Sepuluh hari berlalu dan sekarang tibalah saatnya Raka keluar dari rumah sakit.

Ratna dan Rani kedua wanita cantik itu berkemas-kemas Rani memasukkan beberapa pakaian ke dalam tas, sedangkan Ratna mengganti pakaian Raka. Wisnu yang melihat itu tersenyum. Beruntunglah Raka mempunyai dua ibu. Keduanya sangat menyayangi Raka, menjaga Raka siang dan juga malam.

Beberapa jam semuanya sudah beres dan keempat orang tersebut keluar dari rumah sakit.

Sore itu Wisnu mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah, dia merasa sangat senang akhirnya Raka keluar dari rumah sakit.

Hujan turun dengan derasnya membuat Raka kedinginan.

"Tante dingin," ucap Raka merapat pada Ratna.

Ratna yang melihat itu mengambil tas di bagasi mencari apa pun yang bisa menghangatkan Raka. 

Ratna menarik selimut berwarna kuning dan menyelimutinya. "Sudah hangat?" Raka hanya mengangguk sebagai jawabannya.

Rani melihat kedekatan Ratna dan Raka lewat kaca spion. Dia tahu egois, dia tdak suka kedekatan antara Rani dan juga Raka. Sedangkan di pihak lain Ratna merasa senang akhirnya Raka tergantung padanya, memang semenjak sakit Ratna lebih dominan merawat Raka dan Raka tak pernah menolak akan hal itu dan lihatlah hasilnya sekarang Raka lebih dekat padanya.  

Tinggal satu langkah lagi dia akan mengatakan pada Raka bahwa ia lah ibu kandungnya. Mengingat hal itu membuat senyum Ratna mengembang. Dia semakin memperat rangkulannya pada Raka. 

Mobil yang ditumpangi Wisnu berhenti di depan pagar seorang satpam membukakan gerbangnya.

Wisnu membantu Raka untuk berjalan. "Apakah sakit? Apa perlu Ayah gendong?"

"Tidak Ayah, Raka masih bisa berjalan walau masih tertatih."

Kakek Wijaya menyambut mereka di depan pintu. 

"Cucuku," ucap Wijaya memeluk Raka

"Bagaimana keadaannya?"

"Cukup baik kakinya retak dan tangan kirinya patah jadi untuk sementara tangan kirinya tidak bisa digerakkan." 

Wijaya melepaskan pelukannya. "Syukurlah Tuhan masih menyelamatkanmu dari kecelakaan tersebut." 

Mereka semua berkumpul di ruang tamu

"Kau lapar? Mau Ibu gorengkan sosis?" tanya Rani pada Raka yang duduk di sofa.

"Tidak Bu Raka kenyang."

"Makan lah sedikit dan setelah itu minum obat."

"Tapi Bu Raka tidak mau minum obat rasanya pahit, Raka tidak suka."

Rani berjongkok di hadapan raka. "Raka sayang, Raka mau sembuh tidak? Mau sekolah lagi tidak?" tanya Rani dan Raka pun mengangguk. "Oleh karena itu Raka harus rajin minum obat supaya cepat sembuh," ucap Rani memegang pipi Raka.

Lihat selengkapnya