Ratu Tanpa Mahkota

Tethy Ezokanzo
Chapter #18

TATANAN BARU DARATAN UTARA

Matahari musim dingin akhirnya bersinar terik, memantulkan kilau keperakan di atas hamparan salju yang menyelimuti atap-atap megah Kota Terlarang. Bau mesiu dari petasan perayaan dan aroma gurih dari ribuan teko sup hangat yang dibagikan di sudut-sudut kota berbaur menjadi satu, menandai berakhirnya masa-masa mencekam yang sempat mencekik ibu kota.

Gerbang-gerbang lumbung utama kekaisaran dibuka lebar-lebar bukan di bawah pengawalan zirah besi Pasukan Panji Hitam, melainkan di bawah pengawasan ketat para panitera paruh baya berbaju biru dari Kamar Dagang Keluarga Lin.

Di dalam Aula Kementerian Keuangan yang kini telah dibersihkan dari sisa-sisa pejabat korup faksi Meng, Lin Yue’er berdiri di depan sebuah meja panjang yang dipenuhi oleh tumpukan gulungan pembukuan baru. Di sampingnya, Lin Feng sibuk memeriksa daftar manifestasi barang yang baru saja tiba dari jalur sungai selatan.

"Yue’er, armada kapal dagang dari Jiangnan yang membawa pasokan batubara dan beras gelombang kedua telah merapat di dermaga utara," lapor Lin Feng sambil memberikan stempel lilin merah pada selembar dokumen. "Sesuai perintahmu, harga komoditas pangan di seluruh pasar ibu kota telah ditekan kembali ke angka normal. Rakyat tidak perlu lagi mengantre sejak fajar hanya untuk mendapatkan segenggam milet."

Yue’er menerima dokumen tersebut, membacanya sekilas sebelum memberikan anggukan puas. "Bagaimana dengan reaksi para tetua dari Dewan Sastra Senior, Feng-ge?"

"Mereka awalnya mengira kita hanya sekelompok saudagar oportunis dari selatan yang ingin merampok otoritas istana," Lin Feng terkekeh kecil. "Namun, setelah melihat bagaimana koordinasi logistik kita mampu menghidupkan kembali pasar-pasar yang mati dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, menteri-menteri tua itu sekarang justru berebut untuk menyerahkan draf kebijakan pajak baru agar kita tinjau terlebih dahulu."

Yue’er tersenyum tipis, langkah kakinya membawanya berjalan menuju ke area selasar luar aula yang menghadap langsung ke alun-alun istana. Di bawah sana, terlihat barisan kereta kargo Keluarga Lin bergerak teratur, dikawal oleh sisa-sisa Pengawal Kekaisaran yang kini telah menerima upah penuh mereka dalam bentuk keping emas murni.

Lihat selengkapnya