Blurb
Di sebuah rumah kayu yang mulai lapuk dimakan usia, Ibu Maryam menghabiskan hari-harinya di antara tumpukan cucian milik orang lain. Baginya, rasa perih di jemari dan sesak asma di dada hanyalah harga kecil yang harus dibayar demi melihat ketiga anaknya Saka, Dumi, dan Tirta memiliki masa depan yang lebih baik. Namun, dunia tidak selalu ramah. Kemiskinan bukan satu-satunya musuh mereka; ada pengkhianatan saudara yang mengancam atap tempat mereka berteduh, serta rahasia masa lalu yang menyakitkan. Saka, sang sulung, harus memilih antara mengejar mimpinya atau menjadi tameng bagi keluarganya. Dumi berjuang mengubah benang dan jarum menjadi harapan, sementara Tirta mencoba membuktikan bahwa kehormatan keluarga tidak bisa dibeli dengan uang. Ini bukan sekadar cerita tentang kemiskinan, melainkan sebuah manifesto tentang bakti. Sebuah perjalanan mengharukan tentang tiga bersaudara yang berjanji untuk tidak hanya membahagiakan, tetapi meratukan sosok yang telah memberikan segalanya tanpa sisa.