Ravana Warisan dalam Bayang

Nurholis Mazid
Chapter #1

Prolog

Kematian datang tanpa peringatan.

Bagi Kirana Maheswari, malam itu tak ubahnya seperti hari-hari sebelumnya yang mana selalu dingin, lelah, dan penuh kehampaan. Langkah-langkahnya yang berat membawanya menyusuri trotoar basah yang dipenuhi bayang-bayang gelap, seolah dunia ini terlalu lelah untuk memberikan kebahagiaan. Semua yang ada dalam pikirannya hanyalah rutinitas yang tak pernah berubah, kerja yang tak pernah selesai, dan kegelisahan yang tak pernah terucapkan. Tidak ada yang istimewa. Tidak ada yang berbeda.

Namun, di balik kesunyian malam itu, sesuatu yang tak terduga tengah menyelinap. Sebuah takdir yang tak terelakkan, sebuah kejadian yang akan mengubah hidupnya selamanya. Pada saat itu, Kirana tidak tahu bahwa langkah-langkah kecilnya di trotoar yang basah itu sedang mengarahkannya ke akhir dari dunia yang ia kenal, dan ke awal dari sesuatu yang jauh lebih gelap lagi, sesuatu yang bahkan tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Sementara itu, jauh dari hiruk-pikuk Jakarta dan kilau lampu kota, sebuah dunia lain sedang terpuruk dalam kekacauan. Di medan perang yang jauh dari pandangan, seorang jenderal wanita yang dikenal dengan nama Ravana Kael sedang jatuh. Kepercayaan yang telah dibangunnya runtuh dalam sekejap, digantikan dengan pengkhianatan yang menusuk jantung. Tangan-tangan yang sebelumnya memegang pedang dengan kebanggaan kini berlumuran darah, dan di setiap peperangan yang melibatkan namanya, orang-orang menyumpahi nama Ravana dengan kebencian yang mendalam. Takdir yang seharusnya tak saling berhubungan, kini terikat dalam cara yang tak bisa dijelaskan. Mereka berdua yakni Kirana dan Ravana seakan-akan terhubung oleh benang tak terlihat yang membentuk takdir mereka dalam cara yang mustahil untuk dipahami.

Lihat selengkapnya