Re:Laz - Blessed by a Lazy Goddess, I Reincarnated Already Maxed

Lyneetra Studio
Chapter #1

Pembukaan : Sebelum Dunia Menjadi Bising

Caelis Ward tidak mati secara dramatis.

Tidak ada kecelakaan yang layak menjadi berita utama, tidak ada teriakan terakhir, tidak ada momen yang menuntut untuk dikenang. Kehidupannya berakhir dengan cara yang sama seperti ia menjalaninya, dengan tenang, tanpa berlebihan, tanpa keterikatan yang belum terselesaikan.

Kematian tidak terasa seperti jatuh.

Rasanya seperti berhenti.

Kesadaran tetap ada, utuh dan tidak terguncang, melayang di sebuah ruang yang tidak bisa disebut sebagai kegelapan maupun cahaya. Tidak ada rasa arah, tidak ada perjalanan waktu. Jarak tidak punya makna di sini. Ketakutan pun tidak.

Caelis menerima ini dengan segera.

"...Kamu lebih awal dari jadwal."

Suara itu tidak datang melalui pendengaran. Ia muncul sudah dalam bentuk yang utuh, sudah langsung dipahami.

Caelis tidak mencari sumbernya.

"Apakah saya sudah mati?" tanyanya.

"Ya."

Tidak ada keraguan. Tidak ada upacara.

"Dan tempat ini?"

"Sebuah jeda."

Kata itu membawa bobot tersendiri, bukan secara metaforis, melainkan secara struktural. Sebuah kondisi di mana hasil menunggu untuk ditentukan.

Sebuah kehadiran menetap ke dalam eksistensi, bukan secara spasial, namun tidak bisa dipungkiri.

Lunessa.

Ia bersandar pada ketiadaan, posturnya santai hingga hampir terlihat lalai, perhatiannya setengah terpejam namun tepat sasaran. Sifat keilahannya tidak menekan ke bawah. Ia tidak menuntut penghormatan. Ia hanya ada.

"Kebanyakan jiwa datang dengan berisik," katanya dengan malas. "Menangis. Memohon. Meminta makna."

Pandangannya beralih ke Caelis.

"Kamu tidak."

"Tidak ada yang tidak jelas," jawabnya.

Itu menghasilkan keheningan singkat.

"...Saya menyukai itu."

Ia menghela napas, bukan karena lelah, hanya karena tidak tertarik.

Lihat selengkapnya