Blurb
Ayahku dulu nyaris 'dipetruskan'. Ia, tanpa sengaja tergabung dalam kelompok penyamun Laskar Emon yang bersarang di Bukit Barisan. Pengalaman panjangnya sebagai buron kemudian memberinya prinsip bahwa tanah tempat kami hidup ini serupa Naga. Dan orang-orang seperti kami pada dasarnya adalah buntut -rakyat, yang harus manut kepada kepala -negara. Aku pun disuruh meresapi cara hidup yang demikian. Supaya tenang, katanya.
Namun, kendati kepala naga ada di surga -duniawi, nyatanya kita yang buntut ini tak pernah diajak. Apa mungkin tubuh naganya terlalu panjang? Kalau memang begitu, kan bisa bergantian atau melingkar. Pokoknya, kalau ada kemauan dari kepala, buntut bisa keluar dari jelaga, kan? Kalau tidak ada, apa buntut musti melawan?