Kaito tiba di guild sebelum halaman belakang benar-benar ramai. Boran sudah menunggu di dekat gerbang gudang bersama dua pekerja lain dan tiga gerobak besar yang baru berhenti dari arah jalan utama.
Boran menyambut kedatangannya dan memberikan sepasang sarung tangan kerja untuk melindungi tangan dari permukaan peti yang kasar. Kaito mengenakannya sambil mengamati muatan gerobak yang terdiri atas karung gandum, peti kayu pelbagai ukuran, tong kecil, gulungan kain, dan kotak panjang berpelat besi.
Boran menjelaskan pembagian lokasi penyimpanan. Peti bertanda putih dibawa ke gudang utama, peti bertanda merah ditaruh di ruang belakang, sementara peti panjang berisi senjata langsung ditempatkan di rak tanpa perlu dibuka.
Dua pekerja mulai menurunkan karung dari gerobak pertama. Kaito mengambil posisi di sisi lain dan mengikuti instruksi dengan cermat. Semua berjalan tertata, dari mengambil barang, membaca tanda, hingga membawanya ke lokasi yang tepat.
Ketika tiba saatnya memindahkan peti besar berbahan logam di tengah gerobak, seorang pekerja bernama Garan menyarankan agar mereka menunggu Boran karena beban tersebut biasanya diangkat oleh empat orang. Kaito tidak memaksakan diri. Pengalaman sebelumnya mengajarinya bahwa standar berat di dunia ini perlu diperhitungkan dengan bijak.
Boran menghampiri membawa pengait tali dan memutuskan agar mereka bertiga mengangkat peti itu bersama. Kaito menahan sebagian besar tenaga fisiknya demi menyesuaikan diri dengan irama kerja dua orang lainnya. Meski felt ringan baginya, ia tetap menjaga agar proses pemindahan berjalan wajar sampai peti diletakkan di sudut gudang. Garan mengagumi ketahanan fisik Kaito, tetapi Kaito memilih tidak memberikan tanggapan berlebih.
Pekerjaan berlanjut dengan lancar. Gerobak pertama selesai dibongkar dan gerobak kedua tinggal tersisa separuh.
Saat Kaito hendak mengambil dua karung terakhir, bunyi kayu retak terdengar keras dari halaman. Salah satu roda gerobak ketiga patah dan membuat posisi gerobak miring drastis. Tali penahan muatan meregang hebat dan mengancam akan menjatuhkan tumpukan peti ke arah Garan.
Melihat bahaya tersebut, Kaito bergerak cepat menarik bahu Garan ke belakang. Pada saat bersamaan, tali pengikat putus dan peti ketiga meluncur turun tepat ke posisi mereka.