Reincarnated Beyond the World's Limit by Lazy Goddess

Lyneetra
Chapter #13

Episode 13 - Whispers From The Frontier

Ketenangan pagi kembali menyelimuti kawasan pemukiman barat Delvarn. Suara desir angin segar berembus di antara celah bangunan kayu, membawa aroma roti gandum panggang dari kedai-kedai lokal yang mulai membakar tungku. Kaito terbangun tepat saat cahaya keemasan pertama menyinari permukaan meja tulisnya.

Setelah merapikan kamar sewa dan membasuh wajah, Kaito melangkah turun menyusuri tangga kayu. Henk sedang memperketat baut pada grendel pintu depan, sementara Clara sibuk menata teko teh herbal di atas meja.

"Selamat pagi, Kaito. Mau berangkat pagi lagi hari ini?" sapa Clara ramah.

"Selamat pagi, Bu Clara, Pak Henk. Iya, saya mau mengecek perkembangan di guild," jawab Kaito dengan nada sopan seperti biasa.

"Usahakan sarapan yang kenyang di pasar," pesan Henk seraya tersenyum tipis. "Jalanan kota sedang agak riuh sejak dua hari lalu karena kedatangan rombongan pendatang baru dari selatan."

Kaito mengangguk pelan, berpamitan, lalu melangkah keluar melintasi halaman depan yang bersih.

Suasana pasar pemukiman barat tampak menggeliat lebih cepat dari biasanya. Deretan gerobak sayur dan buah lokal berjajar rapi di sepanjang trotoar batu. Kaito berhenti di salah satu kios langganannya untuk membeli sepotong roti isi daging panggang hangat seharga dua keping tembaga. Sembari menikmati sarapan ringannya, Kaito menyusuri lorong utama kota menuju gedung Adventurer Guild.

Begitu melangkah melewati pintu kayu aula guild, Kaito langsung menyadari perubahan suasana yang cukup kentara. Kerumunan petualang tidak lagi berdesakan di depan papan pengumuman biasa, melainkan berkumpul di dekat peta besar yang terbentang di dinding tengah aula. Beberapa petualang veteran Rank C bersenjata lengkap tampak berbincang serius dengan dua petugas guild bereragam khusus.

Kaito berjalan membelah aula dengan tenang, menjaga langkahnya agar tidak memancing perhatian berlebih. Tongkat kayu sederhana yang dibelinya tempo hari tetap berada di genggaman tangan kanannya.

"Kaito! Di sini!"

Sebuah panggil melayang dari sudut meja minuman dekat tangga. Kaito menoleh dan menemukan Garrick sedang melambaikan tangan padanya. Di samping pria bergada tegap itu, Lysa tampak duduk santai sembari menikmati secangkir minuman hangat.

Kaito mengubah arah langkahnya menuju meja mereka. "Selamat pagi, Garrick, Lysa."

"Selamat pagi, Kaito," balas Lysa dengan senyum lebar. "Kau datang di saat yang sangat tepat. Aula sedang ramai membicarakan laporan yang kau bawa kemarin sore."

Kaito menarik salah satu kursi kayu lalu duduk berhadapan dengan mereka. "Laporan soal Celah Perbukitan Tua?"

Garrick mengangguk tegas, menyandarkan kedua tangannya di atas meja. "Benar sekali. Laporanmu tentang delapan Hobgoblin dan Rock Lizard itu sudah cukup mengejutkan untuk ukuran petualang Rank E. Tapi catatanmu mengenai adanya struktur batu tua berukir di tebing belakang cekungan itu justru menarik perhatian yang lebih besar."

"Struktur itu cuma peninggalan bangunan lama yang terbenam di tanah," sahut Kaito rasional. "Saya hanya memasukkannya ke laporan agar pihak pos Oakhaven bisa memetakan area tersebut."

"Justru itu poin pentingnya," timpal Lysa seraya memajukan tubuhnya sedikit. "Petugas peneliti dari kantor cabang utama guild sangat tertarik dengan ukiran relief yang kau deskripsikan. Mereka curiga struktur itu adalah bagian dari benteng pengawasan kuno yang pernah berdiri di perbatasan barat ratusan tahun lalu."

Kaito mendengarkan dengan saksama tanpa mengubah ekspresi wajahnya. Bagi Kaito, reaksi tersebut sangat masuk akal bagi sebuah lembaga yang mengelola pemetaan wilayah. Yang terpenting baginya adalah memastikan bahwa keterlibatannya tetap berada pada porsi petualang yang menjalankan tugas secara profesional.

"Lalu, apa rencana guild terkait lokasi itu?" tanya Kaito memastikan.

Garrick mengelus janggut pendeknya. "Pimpinan guild memutuskan untuk mengirim tim survei kecil hari ini. Mereka ingin memeriksa struktur batu itu dari luar dan memastikan tidak ada sarang monster tambahan yang tersembunyi di sekitar reruntuhan."

Sebelum percakapan berlanjut, suara panggil dari konter utama terdengar.

"Kaito Haru? Apa Kaito ada di aula?"

Mira tampak berdiri di balik meja administrasi, melambaikan tangan ke arah meja mereka. Di samping resepsionis wanita itu, berdiri Veld—evaluator guild berwajah tegas yang pernah menguji Kaito—bersama seorang pria paruh baya berkacamata tebal yang mengenakan jubah peneliti.

Garrick terkekeh pelan seraya menepuk bahu Kaito. "Sepertinya namamu dipanggil. Sana temui mereka dulu."

Kaito bangkit dari kursinya. "Saya ke konter dulu."

Lihat selengkapnya