Reincarnated Beyond the World's Limit by Lazy Goddess

Lyneetra
Chapter #21

Shadows At The Border

Episode 21 

Garis fajar menyinari atap-atap kayu kota Delvarn. Udara pagi bertiup dingin dari perbukitan barat, membawa aroma tanah basah dan asap kayu bakar dari dapur-dapur lokal.

Kaito melangkah keluar dari rumah sewa milik Clara setelah merapikan jubah pengembaranya. Di pelataran bawah, Henk sedang menata potongan kayu bakar di samping perapian sementara Clara menyiram pot bunga di dekat jendela.

"Selamat pagi, Kaito," sapa Clara ramah. "Kudengar dari warga pasar, rombongan pedagang ibu kota yang kau kawal kemarin tiba dengan selamat di Oakhaven."

"Selamat pagi, Bu Clara, Pak Henk," balas Kaito sopan. "Iya, perjalanannya berjalan lancar."

"Baguslah kalau begitu," sahut Henk seraya tersenyum tipis. "Jalanan perbukitan akhir-akhir ini memang butuh petualang yang bisa diandalkan."

Usai berpamitan, Kaito melangkah menyusuri trotoar batu menuju pasar pemukiman barat. Ia membeli sepotong roti isi daging panggang seharga tiga keping tembaga untuk mengganjal perut, lalu melangkah santai menuju pusat kota.

Suasana di aula utama gedung Adventurer Guild pagi ini terasa berbeda. Tidak ada keriuhan biasa di depan papan pengumuman umum. Beberapa tim petualang senior Rank C dan Rank B berkumpul di depan meja administrasi utama, berbincang serius dengan Veld dan dua perwira guild berzirah tebal.

Kaito membelah kerumunan dengan tenang, mengarahkan jalurnya menuju konter administrasi.

Lysa sudah berdiri di sana lebih dulu. Gadis pemanah itu mengenakan zirah kulitnya yang rapi, membawa gulungan kertas laporan dari pos Oakhaven. Begitu mendengar derap langkah Kaito mendekat, Lysa menoleh dan senyum hangat mengembang di wajahnya.

"Selamat pagi, Kaito," sapa Lysa ceria.

"Selamat pagi, Lysa, Mira," balas Kaito tenang sembari menganggungkan kepala.

Mira yang berada di balik meja mengulas senyum lega. "Selamat pagi, Kaito. Laporan khusus yang kalian serahkan kemarin sore soal indikasi sihir buatan di perbukitan selatan sudah ditindaklanjuti oleh pimpinan guild."

Mira merendahkan intonasi suaranya, memajukan tubuhnya ke depan konter. "Tim investigasi Rank C yang dikirim subuh tadi mengonfirmasi temuan kalian. Ada bekas formasi sihir penjerat mana yang sengaja dipasang di balik tebing pinus. Namun, begitu tim guild tiba di lokasi, formasi itu sudah dihancurkan dari dalam untuk menghilangkan jejak."

Lysa menyipitkan matanya. "Mereka sengaja menghancurkannya begitu tahu ada patroli yang mendekat?"

"Kemungkinan besar begitu," jawab Mira tegas. "Pihak guild menduga ada kelompok pemburu artefak atau penyihir ilegal yang sedang memanfaatkan pergerakan monster perbukitan untuk tujuan tertentu."

Mira kemudian mengambil selembar berkas penugasan baru berstempel merah dari laci konter. "Karena kalian berdua yang pertama kali memetakan dan melaporkan titik bahaya tersebut, pimpinan guild memberikan penawaran tugas patroli pengawasan khusus untuk wilayah sektor barat daya dan selatan."

"Tugasnya adalah melakukan penyisiran berkala di rute perbatasan luar, mengawal rombongan logistik kecil, serta memastikan tidak ada formasi sihir buatan baru yang dipasang di dekat jalur umum. Imbalannya dua ratus lima puluh keping tembaga per minggu."

Kaito mencerna rincian tugas tersebut secara cermat. Tugas patroli pengawasan wilayah perbatasan memberikan posisi taktis yang sangat menguntungkan. Selain mendapatkan imbalan mingguan yang besar dan stabil, Kaito dan Lysa memiliki wewenang resmi dari guild untuk bergerak di rute perbatasan luar tanpa menarik kecurigaan publik.

"Kami ambil tugas patroli pengawasan ini, Mira," kata Kaito tegas.

Lysa menoleh ke arah Kaito dengan binar mata yang penuh rasa percaya dan senyum manis. "Tentu saja! Kita jaga rute perbatasan ini bersama."

Mira membubuhkan stempel pengesahan pada berkas penugasan. "Misi patroli pengawasan sektor perbatasan resmi dicatat atas nama tim Kaito Haru dan Lysa. Hati-hati di luar sana, kalian berdua."

Kaito dan Lysa menerima berkas konfirmasi, membalikkan badan, lalu melangkah bersama keluar dari gedung guild menuju pintu gerbang selatan Delvarn untuk memulai patroli perbatasan pertama mereka.

Gerbang selatan kota Delvarn berdiri kokoh di balik pendaran cahaya mentari pagi. Jalur tanah berkerikil menuju perbatasan selatan membentang tenang, diapit oleh padang rumput berbukit dan gugusan pohon pinus rendah.

Kaito dan Lysa melangkah berdampingan menyusuri tepi jalan utama. Langkah kaki mereka berirama teratur. Lysa memegang busur pendeknya dengan posisi siap di samping pinggang, sementara Kaito menggenggam tongkat kayunya dengan santai.

"Sektor perbatasan selatan ini sebenarnya rute yang sangat ramai oleh rombongan pedagang," ujar Lysa memecah keheningan, menoleh ke arah Kaito dengan binar mata yang jernih. "Tapi sejak indikasi sihir buatan itu ditemukan kemarin, suasana jalannya terasa sedikit lebih lengang."

"Itu respons yang wajar," sahut Kaito lugas. "Pihak guild tentu membatasi jadwal keberangkatan gerobak mandiri sampai area ini dipastikan bersih."

"Dan di sinilah peran kita," kata Lysa seraya mengulas senyum manis, menyenggol lengan Kaito secara halus dengan jemarinya. "Memastikan tidak ada orang mencurigakan yang memasang lingkaran sihir baru di dekat jalan umum."

Kaito menatap Lysa, membalas senyuman rekannya dengan kehangatan yang mantap. "Tugas yang sangat spesifik dan aman. Kita cukup menyisir tiga sektor utama sesuai peta dari Mira."

Mereka menyusuri alur perbukitan hingga tiba di Sektor Pertama: kawasan tebing batu kapur yang menjadi lokasi munculnya Cave Crusher kemarin. Bekas runtuhan tanah dan pecahan batu kapur tempat cacing raksasa itu dilumpuhkan masih terlihat jelas di tepi jalan.

Lysa mengambil posisi siaga di atas gundukan batu, mengawasi area sekitar dengan mata tajam seorang pemanah. Kaito melangkah mendekati batas tebing pinus, memusatkan kepekaan inderanya untuk memindai riak mana di udara.

Kapasitas mana mutlak milik Kaito menyapu area hutan hingga kedalaman beberapa ratus meter. Aliran energi liar yang kemarin sempat memancar rendah dari puncak tebing kini telah padam sepenuhnya. Tidak ada jejak pendaran sihir buatan yang tersisa di sekitar lokasi tersebut.

"Bagaimana, Kaito?" tanya Lysa dari atas gundukan batu.

"Sektor Pertama bersih," jawab Kaito tenang seraya berbalik. "Formasi sihir buatan kemarin benar-benar sudah dihancurkan tanpa sisa, persis seperti laporan tim Rank C."

Lysa mengembuskan napas lega, melompat turun dari gundukan batu dengan gerakan yang lincah. "Baguslah. Berarti kita bisa lanjut menyisir Sektor Kedua di dekat alur sungai perbatasan."

Lihat selengkapnya