Bunyi larian terdengar di sebuah taman yang tak jauh dari rumah yang diiringi gelak tawa dari sepasang pasangan sahabat. Si perempuan tak henti tertawa melihat shabatnya berlari mengejarnya sambil sesekali terjatuh. Dan si terjatuh hanya berusaha bangkit dan berlari lagi mengejar shabat satu-satunya itu. Kegiatan mereka ternyata dilihat oleh tiga sepasang suami istri. Mereka melihat dengan sesekali berbincang dan tertawa melihat kelakuan dua anak tersebut. Sungguh manis di mata mereka sepasang sahabat tersebut.
Salah satu dari tiga wanita yang melihat mereka memanggil sepasang sahabat yang tak henti berlarian dan tertawa. Dan yang dipanggil menoleh dan berhenti berlarian, lebih tepatnya si anak kecil perempuan berhenti mendadak dan menyebabkan si anak kecil lelaki menabrak si perempuan.
Suara tangisan terdengar di salah satu mereka ketika badan mungil mereka menyentuh tanah. Dan yang satunya hanya diam sambil melihat sahabat nya menangis. Tangisan itu membuat tiga kepala keluarga bangkit dan menghampiri mereka.
"Cengeng, gitu aja nangis," ejek anak kecil perempuan.
Dua kepala keluarga langsung menggendong mereka dan membawa mereka ke tempat di mana berkumpulnya para wanita. Para wanita khawatir melihat sepasang sahabat itu.
"Sudah sayang, jangan nangis ada mama disini," ucap Mirna yang sedang menenangkan anaknya.
"Kamu tuh yah, lain kali jangan berhenti. Lihat Angga sekarang, dia menangis kan. Lain kali kalau mau berhenti itu bagi aba-aba dong," marah Gina pada anak perempuannya itu.
"Ibu, salah ibu juga kan yang tiba-tiba manggil kami. Coba ibu ga manggil ga akan terjadi seperti ini. Lagian cuman jatuh doang ga sampai berdarah. Angga aja yang terlalu cengeng, tapi rain tetap mencintai Angga," ucapan gadis kecil dengan sedikit tertawa di belakang.
Memang hal umum jika Rain mencintai Angga walaupun mereka masih kecil kalau diliat. Walaupun juga Angga cengeng dan sedikit bikin Rain kesal karena Angga sering menangis, tidak membuatnya berhenti mencinta Angga.
"Angga benci Rain," ucap Angga di sela-sela tangisannya.
"Apa? Jangan dong Angga, Angga mau apa? Ice cream? Nanti kita beli pake duit ibu," ujar Rain yang sedang menyogok ice cream pake uang Gina pada Angga.