Katanya ibu hamil sulit tidur ketika menjelang malam, entah itu karena sakit di bagian punggung, ingin membuang air kecil dalam waktu dekat, rasa cemas, nyeri pada bagian perut, perubahan hormon, dan ukuran perut yang semakin membesar sehingga sulit mencari posisi yang nyaman. Perjuangan ibu yang harus di diingatkan sampai kapanpun. Katanya dibalik ibu hamil yang sulit untuk sekadar tutup mata, ada suami yang begitu nyenyak dalam tidurnya. Saking nyenyak nya, suara istri yang membangunkannya tak di dengar olehnya. Kadang juga membuat sang istri kesel, padahal menurut sang suami dirinya tidak malakukan apa-apa hanya sebatas tidur. Perasaan ibu yang kadangkala sulit dimengerti dan membuat suami gemes melihatnya.
Semuanya itu tak jauh dari Fina yang mengalami, di saat dia sulit tidur sang suami malah keenakan sampai kedengaran suara dengkurannya. Apa mimpinya begitu indah atau dia sangat lelah akhir-akhir ini sehingga bila terkena kasur langsung tidur dengan nyenyak. Semua itu membuat Fina khawatir pada sang suami yang sibuk bekerja di tambah suaminya mengambil cuti karena dirinya.
Fina memilih untuk duduk sambil meminum secangkir air putih sambil membayangkan betapa bisingnya kehadiran sang anak ditengah-tengah duka yang mereka alami. Ditambah lagi dirinya ingin memiliki anak yang aktif dan bandel seperti ponakan kesayangannya yang pergi sebulan lalu.
Fina sangat ingat dengan jelas ketika sang ponakan duduk bersamanya ketika dia sulit tidur dan menemaninya mengobrol. Walaupun dirinya tau bahwa anak kecil itu tidak mengerti omongan atau sekadar omelan yang seharusnya suaminya dapatkan, malah mengeluarkan ke sang ponakan yang belum mengerti apa-apa.
"Rain, bibi kangen sama kamu. Bibi harap kamu jadi anak bibi, menggantikan posisi Rain dulu. Bibi mau mendengar suara kerasmu, bibi mau mendengar suara hentakan kaki mu yang kecil ketika lari dikejar mbak Gina, bibi mau mendengar suara bahagia mu ketika bisa menyetak gol dengan sempurna dan bibi mau mendengar suaramu yang meminta uang hanya sekadar beli ice cream untuk menyogok Angga agar dia mencintaimu. Walaupun habis itu telinga kecilmu akan merah karena dijewer ibu mu," ucap Fina dengan penuh tawa kecil di setiap katanya.
Ketika membayangkan semua itu, sesuatu perasaan datang ke Fina. Rasanya ada sebuah angin yang datang dari entah ke mana dan membawa perasaan seolah-olah ada seseorang yang datang dan mendengar semua ucapannya. Fina yang memang anak penaku beda dari Gina, dirinya memeluk badannya sambil melihat kiri-kanan untuk waspada.
"Bibi ga usah takut, ini Rain. Bibi bilang mau Rain jadi anak bibi kan, bibi ke sini. Rain mau meluk bibi, eh bukan bibi tapi ibu," tawanya di akhir ucapan sang suara.
Gina yang tau itu suara sang ponakan, entah kenapa perasaan takut berubah menjadi rindu dan dengan segera di mencari sumber suara yang belum henti dan berulang kali diulang. Dirinya terfokus pada halaman belakang, halaman kesukaan ponakannya jika bermain atau sekadar tidur di atas rumput. Karena ponakannya yang sangat suka tidur di atas rumput halaman belakang, bahkan hanya rebahan sampai ujungnya tidur di sana. Sang suami membersihkan dan memotongnya agar terlihat bagus dan sang ponakan bisa tidur dengan nyenyak. Bahkan untuk menjaga kebersihan, ketika ingin ke halaman belakang haru melepas sandal kecuali tidak memungkinkan untuk melakukan hal begitu.