Reinvention

Aylanna N. Arcelia
Chapter #3

Invisible Woman

Setelah berkali-kali membujuk dan sedikit memaksa suaminya agar mau ikut datang menemani, akhirnya Reva bisa datang ke acara tunangan Sari bersama sang suami. Dari dulu Mas Yudha memang tak pernah suka pesta dan jauh lebih suka bekerja. Namun kali ini, Reva merasa harus datang bersama suami dan putrinya karena sekarang hanya itulah yang dimiliki dan bisa dibanggakannya kepada semua orang.

Selama ini Reva sering pamer dengan pencapaian kariernya yang semakin berkembang, percaya diri dengan kecantikannya, bisa tersenyum bangga dengan masa depannya yang tampak cerah. Namun sekarang, semua terasa begitu berbeda. Tak ada lagi hal dalam dirinya yang bisa dibanggakan lagi. Impian dan ambisi yang dulu menggebu perlahan telah memudar. Berganti dengan beban dan tanggung jawab yang harus dipikulnya sebagai seorang istri dan ibu.

“Cantik dan lucu sekali anaknya. Sudah berapa bulan?” tanya seseorang dari arah samping.

Reva menoleh dan seketika terpana dengan penampilan Veronica yang tampak cantik dan anggun dengan riasan flawless dan gaun panjang emerald green. Veronica Vivian, salah satu saingan terberatnya dulu di hampir setiap ada proyek sinetron terbaru. Tapi akhirnya memilih mundur dan mengalah karena berbagai faktor hingga Reva bisa mendapatkan peran dan sinetron incarannya berkat bantuan Mas Yudha.

“Sudah lebih delapan bulan,” jawab Reva canggung sambil membetulkan sepatu putrinya yang hampir terlepas.

“Sudah lama gak kelihatan main sinetron, jadi tambah berisi dan agak melebar ya badanmu,” komentar Veronica dengan tatapan merendahkan.

Sontak Reva terdiam mendengar kalimat tersebut. Ia sama sekali tak tahu harus merespon seperti apa. Dirinya sangat tersinggung mendengar penilaian orang tentang bentuk badannya setelah hamil, melahirkan, dan mengurus anak dengan segala perjuangan dan pengorbanan.

“Yang penting kan bahagia,” jawab Reva menahan kesal.

“Bahagia? Yakin?” sindir Veronica tak percaya. “Karier buntu, badan melar dan punya suami serba minus bisa bikin bahagia?”

Veronica terkikik geli sembari menutup mulut. “Aduh kasihan sekali yang kariernya sedang macet. Di rumahmu yang sederhana itu emangnya gak ada satu pun cermin? Dan sampai sekarang masih belum sadar dengan bentuk badan dan perubahan sikap suami?”

Reva terbelalak kaget dengan pernyataan lancang dari orang yang sok tahu dengan hidupnya. Jarang-jarang ia keluar rumah dan mau datang ke pesta setelah melahirkan, tapi harus mendengar komentar pedas dan menyakitkan? Apa salahnya dengan perubahan bentuk badan perempuan setelah hamil dan melahirkan?

“Maksudmu sebenarnya apa?”

Memainkan ujung rambut panjangnya, Veronica mengamati tampilan Reva yang kini tampak lecek dan lusuh dengan badan yang melebar. Sangat jauh berbeda dengan seorang Reva yang dulu dianggapnya saingat terberat karena bakat akting dan kecantikannya. Dengan riasan dan pakaian seadanya, kini Reva tampak seperti ibu-ibu sederhana. Tak ada lagi terlihat aura bintang yang dulu pernah membuatnya sedikit iri.

Lihat selengkapnya