Rekah

Mildha Maharani
Chapter #3

Bab 3 - Tersesat

"Permisi! Maaf, apa anda tahu di mana ...." 

"Ah, permisi ...." 

"Permisi! Saya ...." 

"Aish, pergilah! Kau menghalangi jalanku," hardik seorang lelaki dengan perawakan gendut.

Ayla berusaha menanyakan jalan pada setiap orang yang lalu-lalang di sana. Namun, tak ada satupun yang mau membantunya. Kalau bukan karena ponselnya yang rusak, mungkin Ayla sedang di jalan pulang sekarang. Jika saja Ayla bisa menahan perutnya yang keroncongan, mungkin ponsel Ayla tidak akan rusak. Ayla pun pasti sudah sampai apartemennya sekarang. 

"Ya Allah!" seru Ayla pasrah.

Kakinya sudah sangat lelah. Keringat bercucuran membasahi tubuhnya. 

Kini, Ayla tidak tahu ada di mana. Sepertinya Ayla berjalan semakin jauh dari halte. Jalanan itu kini tidak seramai tadi. Tak ada restoran, toko, atau gedung-gedung tinggi lagi. Kebanyakan dari mereka bangunan-bangunan seperti rumah. 

"Duh, ini nyasar ke mana lagi?" pikir Ayla. 

"Keknya ini perumahan, kali ya?" pikir Ayla lagi. 

Ayla menghentikan langkahnya. Matanya kini mulai basah, pipinya memanas. Ayla bingung harus melakukan apa? 

Bahkan pos polisi pun Ayla tak bisa menemukannya. Ayla memutuskan untuk duduk lalu menyenderkan punggungnya di tembok. Ayla tak peduli dengan posisinya yang duduk di pinggir jalan. Ayla tak peduli dengan orang yang lewat nanti mau berpikiran apa. 

Yang jelas, Ayla sangat lelah. Ia hanya ingin memejamkan mata sebentar lalu menarik napas dan menghembuskannya. Menariknya lagi lalu menghembuskannya. Terus seperti itu sampai Ayla merasa jantungnya yang sedari tadi berdegup kencang berangsur-angsur jadi lebih pelan. 

Ayla memijit-mijit kakinya yang pegal. Satu-satunya hal yang bisa disyukuri di sini adalah sepatunya. Jika Ayla mengenakan sepatu yang memiliki hak, mungkin kakinya akan terasa jauh lebih parah.

Setelah merasa baikan, Ayla bangkit dari duduknya, memandangi jalanan yang kosong melompong. lalu 

"Ini harus kemana lagi, ya?" pikir Ayla.

"O!" 

Sebuah suara tiba-tiba mengejutkan Ayla. Sejak kapan ada seseorang di sampingnya? Tunggu.. Bukan kah itu manajer Kim? 

"Neo!¹" teriak Manajer Kim.

Ayla menepuk telapak tangannya. senyumnya mengembang, matanya berbinar. "Manajer Kim? Syukur lah ada anda di sini. Apa anda bisa mem... "

"Waaaaaah! Ini benar-benar gila," hardik Manajer Kim, membuat kening Ayla berkerut.

"APA KAU INGIN DIPENJARA?" tanya Manajer Kim.

Mata Ayla melebar. "Apa? Tidak! Apa maksud anda? Apa yang saya lakukan sampai saya harus dipenjara?" 

"Sudah lah! Ayo ikut aku!" paksa Manajer Kim sembari menarik tangan Ayla. 

"Eh apa? Eh tunggu! Manajer Kim... sakit... Manajer Kim!" keluh Ayla.

Manajer Kim tak menghiraukan Ayla. Genggaman tangannya terlalu kuat. Sulit bagi Ayla untuk melepaskannya. Pada akhirnya, Ayla hanya bisa menurut dari pada lengannya malah semakin sakit. 

🌻🌻🌻

"Sudah saya jelaskan berkali-kali saya tidak tahu kalau itu apartemen Kang Eunseo," bela Ayla. Ia berusaha menjelaskan ke polisi yang ada di depannya ini. "Saya tersesat dan sedang mencari halte bus. Ponsel saya rusak. Bertanya sana sini tak ada yang mau bantu saya," 

"Tetap saja, tolong berikan passport anda," pinta polisi. 

Ayla mendengus lalu memutar bola matanya. Dengan malas, Ayla merogoh-rogoh isi tasnya lalu menemukan sebuah buku kecil dengan lambang garuda sebagai sampulnya.

"Untuk sementara, paspor anda kami tahan," 

"Apa? Kenapa?" 

"Hanya untuk penyelidikan apakah anda benar-benar sasaeng atau bukan. Jika sudah selesai, kami akan menelepon anda," 

Lihat selengkapnya