Remedi

Aditian Nugraha
Chapter #8

Bab 8 — Kembali ke Tempat yang Tidak Pernah Peduli

Tiga hari berlalu terlalu cepat.

Seolah duka tidak diberi cukup waktu untuk benar-benar selesai.

Pagi itu, Laras berdiri di depan rumah. Tas di tangannya terasa lebih berat dari biasanya. Bukan karena isi. Tapi karena perasaan yang ikut ia bawa.

Rumah itu… kini berbeda.

Lebih sunyi.

Lebih kosong.

Dan untuk pertama kalinya—tidak ada sosok yang akan menyambutnya pulang.

Nadya berdiri di depannya.

Matanya sembab, tapi tidak lagi menangis. Seolah air matanya sudah habis beberapa hari terakhir.

“Kakak harus balik ya?” tanyanya pelan.

Laras menatapnya. Lama.

Pertanyaan itu sederhana. Tapi jawabannya… tidak pernah benar-benar mudah.

“Iya…” jawabnya akhirnya, pelan.

Hening.

Angin pagi berembus membawa bau tanah basah. Tapi tidak cukup untuk mengurangi sesak di dada.

Sebelum Laras sempat melangkah, langkah lain mendekat dari samping.

Joni.

Di sampingnya, istrinya ikut berdiri dengan wajah yang tenang. Hangat. Berbeda dari banyak orang lain di rumah itu.

“Tenang aja,” kata Joni pelan.

Laras menoleh.

“Kami di sini.”

Kalimat itu tidak panjang. Tapi cukup untuk membuat sesuatu di dalam dirinya sedikit mengendur.

“Nadya nggak sendiri,” lanjutnya.

Istri Joni mengangguk, lalu menambahkan dengan suara lembut,

 “Untuk sementara, biar saya yang urus rumah ya. Masak, bersih-bersih… semuanya.”

Nadya menoleh ke arah mereka. Ada rasa lega yang pelan-pelan muncul di matanya.

Laras menatap keduanya.

“Terima kasih, Om… Tante…” suaranya tulus, tapi juga berat.

Joni menepuk bahunya pelan.

“Jangan kepikiran. Fokus kerja kamu.”

Fokus.

Kata itu terasa aneh sekarang.

Nadya melangkah mendekat. Tanpa banyak bicara—ia langsung memeluk Laras.

Lihat selengkapnya