Remedi

Aditian Nugraha
Chapter #11

Bab 11 — Rumah yang Mulai Berbicara Pelan

Hari-hari setelah itu berjalan… tanpa bentuk yang jelas.

Tidak ada jadwal yang harus dikejar.

Tidak ada suara alarm yang memaksa bangun.

Tidak ada pesan masuk yang menuntut jawaban cepat.

Namun anehnya—ketiadaan itu tidak langsung terasa lega.

Justru… kosong.

Seperti seseorang yang terbiasa berlari, lalu tiba-tiba berhenti—dan tidak tahu harus melakukan apa dengan diam.

Laras mulai bangun lebih pagi.

Bukan karena ingin.

Bukan karena harus.

Tapi karena… ia tidak bisa tidur lebih lama.

Pikirannya terbangun lebih dulu daripada tubuhnya.

Dan setiap kali ia membuka mata—yang pertama ia rasakan bukan semangat.

Tapi… hening. Ia keluar rumah.

Udara pagi langsung menyambutnya.

Dingin, tapi tidak menusuk.

Segar, tapi tidak berlebihan.

Halaman rumah itu terasa lebih luas dari yang ia ingat.

Rumput tumbuh sedikit liar. Tidak teratur. Seolah kehilangan tangan yang biasa merawatnya.

Tanah masih lembap, menyimpan sisa embun.

Dan di bagian belakang—kandang ayam.

Tempat yang dulu… hampir tidak pernah ia perhatikan.

Suara ayam terdengar riuh.

Berisik. Tidak teratur.

Tapi… hidup.

Laras berdiri cukup lama di sana. Tangannya diam di samping tubuh.

Matanya memperhatikan. Tapi pikirannya… kosong.

Ia tidak tahu harus mulai dari mana.

Lihat selengkapnya