Remedi

Aditian Nugraha
Chapter #16

Bab 16 — Dokter yang Menyembuhkan Pikiran

Malam itu terasa lebih panjang dari biasanya. Di kamar, lampu kecil menyala redup.

Nadya duduk bersandar di dinding. Buku terbuka di pangkuannya. Tapi halaman yang sama tidak pernah berpindah.

Matanya membaca. Tapi tidak memahami.

Pikirannya… penuh.

“Biaya sekolah…”

“Kalian cuma berdua…”

“Kalau rumah itu dijual…”

Suara itu terus berputar.

Tidak berhenti.

Tidak memberi ruang.

Dadanya mulai terasa sesak. Napasnya tidak teratur.

Ia menutup buku pelan. Menarik napas. Tapi tidak cukup.

“Kak…”

Suara itu keluar lemah.

Di luar, Laras sedang melipat baju. Ia langsung menoleh.

“Iya?”

Nadya berdiri. Langkahnya goyah.

“Aku… pusing…”

Laras langsung bangkit.

Cepat.

Mendekat.

Melihat wajah Nadya yang pucat.

“Kamu kenapa?”

Nadya menggeleng pelan.

“Nggak tahu… dari tadi…”

Tubuhnya lemas.

Napasnya cepat.

Tanpa banyak pikir, Laras langsung meraih jaket.

“Ayo. Kita ke klinik.”

Di halaman, motor tua itu berdiri. Motor peninggalan ayah mereka.

Catnya kusam.

Mesinnya tidak selalu mau bekerja sama. Tapi malam itu—Laras tidak ragu.

Ia menyalakan mesin. 

Sekali.

Dua kali.

Mesin meraung kasar.

Hidup. Seperti mereka.

Nadya duduk di belakang. Memeluk Laras lemah.

Perjalanan terasa sunyi. Jalanan kosong.

Angin malam dingin menusuk.

“Kak…”

“Iya?”

“Maaf…”

Lihat selengkapnya