Remedi

Aditian Nugraha
Chapter #18

Bab 18 — Langkah yang Mulai Diperhatikan

Sore datang dengan warna yang lebih hangat.

Langit mulai berubah ke jingga. Angin berembus pelan, membawa bau tanah dan daun yang mulai kering.

Di dalam rumah, suasana jauh lebih tenang dibanding pagi tadi.

Nadya sudah terlihat lebih segar. Masih lemah, tapi tidak sepucat sebelumnya.

Laras sedang menyapu halaman ketika suara itu terdengar.

Motor.

Berhenti tepat di depan rumah. Laras mengangkat kepala.

Dan seketika—ia mengenali sosok itu.

Seorang pria berdiri di samping motornya.

Tinggi.

Sekitar seratus tujuh puluh lima sentimeter.

Posturnya tegap. Bahunya lebar. Rambut hitamnya pendek dan rapi, seperti selalu disisir dengan kebiasaan yang tidak pernah berubah. Wajahnya… tenang. Seperti tidak pernah terburu-buru. Seperti tidak pernah ingin terlihat lebih dari yang seharusnya.

dr. Rama.

“Kebetulan lewat,” katanya singkat.

Nada suaranya datar, tapi tidak dingin.

Laras mengangguk. Sedikit terkejut, tapi tidak menolak.

“Masuk dulu, Dok.”

Rama tidak langsung bergerak. Matanya sempat melirik ke dalam rumah.

“Adiknya gimana?”

“Sudah mendingan,” jawab Laras. “Tadi pagi masih lemas, tapi sekarang sudah bisa makan.”

Rama mengangguk kecil. Seolah memastikan dalam pikirannya. Baru kemudian ia melangkah masuk.

Di dalam, Nadya yang melihatnya langsung duduk lebih tegak.

Sedikit canggung. Tapi juga… merasa diperhatikan.

“Dok…” sapanya pelan.

Rama mendekat.

“Gimana sekarang?”

“Sudah nggak pusing.”

“Masih lemas?”

“Sedikit…”

Rama mengangguk.

Ia memeriksa dengan cepat. Tangannya terlatih. Gerakannya tenang. Tidak terburu-buru.

Lihat selengkapnya